Lindungi Penyeludup BBM, Kapolres Didesak Tindak Anak Buahnya

Lindungi Penyeludup BBM, Kapolres Didesak Tindak Anak Buahnya

335
0
SHARE
Harian Warta Nasional

KUDUS, (WN) – Sampai saat ini Satuan Polres Kudus belum bisa menindak tegas oknum polisi yang jelas terlibat dalam kasus permainan BBM bersubsidi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dari data yang diperoleh Harian Warta Nasional yang mana pada tahun 2013 yang, Satuan Anggota Kepolisian Polres Kudus waktu itu berhasil menangkap serta menghetikan upaya dugaan penyelundupan BBM jenis solar yang dilakukan oleh seorang sopir tangki serta Tomo dan Agus yang diduga sebagai penadah minyak bersubsidi jenis solar.

Awal kejadian ini terungkap ketika sebuah mobil tangki melintas dijalan Lingkar Timur dan berhenti di sebuah warung milik Tomo. Diduga bahan bakar jenis solar bersubsidi tersebut rencananya akan dijual diatas harga bersubsidi oleh Tomo serta anaknya yang bernama Agus.

Kejadian ini terjadi pada tanggal 8 Januari 2013 jam 14.00 wib, bermula ketika dua anggota Reskrim Polres Kudus yaitu Aiptu Ahmad Rofig dan Aipda Budi Setyana melewati jalan tersebut. Disisi lain Ahmad Rofik melihat adanya mobil tangki bermuatan solar sementara indek solar menggunakan jerigen (galon).

Karena merasa curiga akhirnya dua anggota polisi tersebut mendatangi tempat dimana mobil tangki sedang mengisi solar kedalam jerigen besar milik Tomo. Akhirnya Aiptu Ahmad Rofig menangkap Tomo serta menyita barang bukti berupa 5 jerigen yang sudah terisi solar dan mengamankan pelaku beserta barang bukti lainya termasuk mobil tangki dan sopirnya.

Namun sebelum Ahmad Rofig membawa para pelaku ke Polres Kudus,” tiba tiba datang Kapolsek AKP Jati Usodo serta Aiptu Rusmando, Kanit Reskrim Polsek Mejobo. Dari hasil konfirmasi dengan Ahmad Rofig dikatakan yang mana Kapolsek AKP Jati Usodo meminta kepada Ahmad Rofig untuk melepaskan sopir serta penadah solar tersebut.

Awalnya permintaan Kapolsek Mejobo tersebut ditolak oleh Ahmad Rofig. Namun entah kenapa ketika barang bukti serta pelaku dan mobil tangki di bawah ke Polres Kudus,” tiba tiba mobil berhenti pas di depan pompa besin payaman dengan alasan sedang menunggu kenek sopir tangki tersebut. Namun anehnya disaat menunggu kenet,” tiba-tiba muncul kembali Kapolsek Akp Jati Usodo yang kemudian terjadi perbincangan lagi dengan Ahmad Rofig.

Entah mengapa pada akhirnya anggota polisi Bareskrim Polres Kudus berpangkat Aipda tersebut menyerah dan bersedia melepaskan kembali sopir tangki serta memberikan barang bukti berupa 5 jerigen besar yang berisi solar kepada Tomo yang diketahui sebagai penadah. Dari hasil investigasi diduga oknum polisi tersebut telah menerima uang dari Tomo dan sopir tangki yang jumblahnya cukup lumayan besar.

Seharusnya sopir serta Tomo selaku penadah solar bersubsidi tersebut diproses secara hukum, tapi malah sebaliknya dilepaskan begitu saja. Tidakan kepolisian ini sebenarnya sudah tepat menangkap dan mengamankan barang bukti guna mengantipasi maraknya penyelundupan BBM yang marak terjadi di Kabupaten Kudus serta dinilai sangat merugikan pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Ada banyak pihak yang menghawatirkan profesionalisme polisi saat kejadian itu, misalnya polisi tidak bisa menjerat pelaku yang sudah jelas terbukti melanggar aturan hukum, akan tetapi justru cara polisi membebaskan pelaku terkesan tidak profesional yang mana polisi menangkap dan melepaskan begitu saja para pelaku yang sudah jelas terbukti melakukan pelanggaran hukum, sepertinya terkesan adanya indikasi dugaan permainan/kerjasamaa antara pelaku dengan anggota kepolisian.

Yang seakan-akan ada pihak yang memaksa dari belakang dan sengaja melindungi para pelaku tersebut yang akhirnya diketahui yag mana pada saat itu tomo pelaku penimbunan solar bersubsidi tersebut mengakui telah memberikan sejumlah uang kepada kapolsek mejobo serta serta diduga masih ada beberapa anggota polisi lainya yang terlibat.

Saat di tanya tentang berapa jumlah nilai uang yang diberikan kepada anggota polisi, tomo yang saat itu masih dalam keadaan bingung, enggan untuk mengatakan berapa besar uang yang diberikanya. Rupanya ada indikasi yang mana dugaan penyelundupan ini sudah berlangsung lama terjadi di kabupaten kudus Jawa tengah.

Yang pada akhirnya muncul rumor mengatakan,” mampukah kepolisian polres kudus menangani kasus yang penuh kontroversi ini. Sudah jelas dan nyata telah oknum-oknum tersebut sudah sangat merugikan serta meresahkan pengguna transpotasi sekaligus secara langsung telah merugikan pemerintah dan masyarakat. Kami berharap aparat kepolisian sebagai institusi penegak hukum untuk segerah menindak tegas anggotanya yang dengan sengaja bermain dibalik permainan para pelaku penyelundupan solar bersubsidi di kabupaten kudus jawa tengah. (TEAM)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY