Limbah Tak Aman Dibuang ke Sungai Lewat IPAL PT. Damba Intra

Limbah Tak Aman Dibuang ke Sungai Lewat IPAL PT. Damba Intra

438
0
SHARE

BANDUNG, (WN) – Keberadaan PT Damba Intra sebagai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri tekstil dan makanan di Jalan Cisirung, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung sangat mengecewakan karena tidak dapat mengurangi tingkat pencemaran lingkungan. Terbukti, peningkatan setiap harinya sebanyak 280 ton limbah B3 dibuang ke Sungai Citarum oleh sedikitnya 1.500 perusahaan.

Hasil pantuan Harian Warta Nasional menyebutkan PT Damba Intra sebagai perusahaan pengelolaan limbah public-private partnership dinilai sudah tidak bisa menampung limbah cair industri akibat pipa-pipa kolektor (instalasi) tidak berfungsi. Sehingga limbah tidak aman dibuang ke sungai, karena tak melalui proses pengolahan.

Bahkan, saat ini sudah banyak industri di sekitar Cisirung-Bandung yang tidak mau mempercayakan pengelolaan limbahnya kepada PT Damba Intra. Buktinya, lihat saja di sekitar Jalan Moch.Toha Dayeuhkolot mulai dari Gorong-gorong, Solokan, Parit, banyak mengalir air limbah industry berwarna warni, bau menyengat hidung dan gatal gatal kalau terkena kulit.

Akibat kasus ini, PT. Damba Intra diduga melanggar UU No 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan dan Peraturan Pemerintah No 20 tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.

Serta Peraturan Pemerintah No27 th 1999 tentang analisis mengenai danpak lingkungan hidup dan juga peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Junaedi (60), warga sekitar mengaku sudah beberapa kali melaporkan kepada RT/RW, Lurah dan Camat. “Limbah Jalan Moch.Toha Dayeuhkolot sudah sering saya laporkan, tetapi sampai sekarang tidak ada tindakan,” ujarnya.

Menager PT.Damba Intra, Dewi selalu menghindar dari wartawan. Modusnya, Satpam perusahaan selalu diperalat untuk menghalang-halangi wartawan masuk ke dalam perusahaan untuk menemui Ibu Dewi dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Ibu jarang masuk kantor, maaf tidak bisa masuk,” ujar Satpam. (Ariny s /D Sitorus)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY