Limbah Milik Pabrik Coconut di Desa Kawangkoan Perlu Ditinjau Kembali

Limbah Milik Pabrik Coconut di Desa Kawangkoan Perlu Ditinjau Kembali

169
0
SHARE

MINUT, (WN) – Persoalan limbah industri di Sulawesi Utara memang cukup pelik. Banyak diantara pabrik pabrik yang tidak mengantongi ijin membuangan limbah seenaknya dari hasil produksi.

Seperti pabrik pengolahan tepung kelapa yang ada di Desa Kawangkoan, Kecamatan Kolongan Kabupaten Minahasa Utara. Limbah hasil pengolahan tepung kelapa pabrik tersebut dibuang disungai Kuwil.

Pabrik yang terkenal dengan sebutan Coconut ini diduga kuat tidak mengantongi ijin pembuangan limbah hasil produksi ke pantai atau sungai Kuwil yang diketahui sungai tersebut mengalir sampai di daerah Kairagi.

Hal ini dikuatkan oleh masyarakat yang tinggal disekitar bantaran sungai yang mana pabrik coconut sudah berulang kali membuang limbah cair kesungai Kuwil hingga mengakibatkan biota didalam sungai tersebut mati.

Ini sama saja pabrik coconut melakukan pemusnahan biota disungai Kuwil,” kami masyarakat berupaya menjaga serta melestarikan sungai dari pencemaran, akan tetapi malah justru pabrik coconut melakukan pemusnahan biota yang hidup disungai tersebut, demikian yang diungkapkan Hukum Tua (Kepala Desa) Desa Kuwil Henkei L Runtuwene.

Henkei mengatakan, dalam waktu dekat ini dirinya akan menghadap personalia produksi pabrik coconut guna mengklarifikasi serta meminta kepada perusahaan tersebut agar tidak membuang limbahnya kesungai Kuwil.

“Dan bilamana teguran tersebut nantinya tidak diindahkan, maka kami akan menyurat kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi untuk meninjau kembali limbah cair milik perusahaan coconut. “Masyarakat juga berharap kepada pemerintah untuk menindak tegas perusahaan coconut yang telah banyak merugikan, yang mana masyarakat menduga pabrik tersebut telah merusak masalah lingkungan hidup akibat limbah yang mereka buang disungai.

Sudah jelas tentu pabrik coconut telah melanggar aturan undang-undang masalah limbah sehingga sungai yang tadinya aman, namun sekarang tercemar”. (kaper)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY