Leasing BFI Finance “Kangkangi” Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2011

Leasing BFI Finance “Kangkangi” Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2011

695
0
SHARE

BANDUNG, (WN) – Aparat Kepolisan tidak pernah serius menindak para preman perampas kendaraan roda dua dan empat berkedok penagih utang (debt collector) bayaran dari perusahaan Leasing BFI Finance yang berdomisili di Jalan Soekarno Hatta No.472 Bandung.

Berdasarkan Peraturan Kapolri No.8 Tahun 2011 tanggal 22 Juni tahun 2011 tentang pengamanan eksekusi terhadap obyek jaminan fidusia agaknya ‘dilecehkan’ oleh para leasing. Buktinya, banyak debt collector yang seringkali melakukan tindakan yang tak prosedural alias seenaknya sendiri.

Dalam melakukan kegiatannya debt collector sering bertindak seperti preman agar konsumen membayar ataupun menyerahkan kendaraannya, seperti merampas, menteror, merusak, memaki ataupun cara-cara premanisme lainnya, Wartawan mencoba mengkonfirmasikan masalah tersebut di atas ke BFI Finance, akan tetapi pihak Manager Area tidak ada ditempat.

Neng Yani (33) mengatakan, Leasing selalu menyuruh oknum preman yang merangkap debt collector sudah meresahkan di jalanan. Gara-gara diambil paksa. Ternyata setelah kami cek, pihak leasing menyuruh serta membayar preman-preman untuk menarik motor di jalanan. Preman itu dibayar 500 ribu rupiah. Faktanya seperti itu,” tuturnya.

Menurutnya, banyak leasing sengaja memberikan nomor kendaraan kepada preman-preman guna merebut kembali kendaraan yang mangkir angsuran. Tingkah polah khas debt collector ini mudah dikenali. Mereka menunggu ‘mangsa’ di pinggir jalan. Ciri-ciri lainnya menggenggam buku, atau lembaran kertas berisi nomor polisi kendaraan. Seiring teknologi muktahir terus berkembang, pasukan debt collector berbekal ponsel pintar guna menyimpan identitas motor kreditor. (Tim)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY