Kurang Layak, Damri Kota Bandung Kurang Diminati

Kurang Layak, Damri Kota Bandung Kurang Diminati

405
0
SHARE

BANDUNG, (WN) – Bus Damri merupakan salah satu fasilitas dari pemerintah yang berusaha mengatasi kemacetan di Kota Bandung, yaitu dengan transportasi massal yang terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. Akan tetapi kebijakan dari solusi ini kurang tepat dan kurang diminati masyarakat pada umumnya, yaitu para masyarakat pemilik kendaraan pribadi. Karena transportasi massal yang difasilitasi pemerintah ini kurang layak dari segi kapasitas, kenyamanan dan keamanan khususnya kendaraan Damri Leuwi Panjang-Ledeng.

Kondisi bus Damri yang menjadi transportasi massal ini sangat memprihatinkan karena mesin bus yang sudah tua dan sering mogok bahkan ada bus Damri tahun 1984 masih beroperasi. Badan dan kursi bus juga reyot, atap bus yang bocor, serta bus seringkali penuh dengan pedagang dan pengamen yang secara bebas keluar masuk bus. Hal ini tentu saja tidak layak memenuhi standar kenyamanan para penumpang bus Damri.

Hasil Pantuan wartawan, bus Damri Tua yang ada, sebanyak 20 unit bus ini masih beroperasi. Bus ini sudah tidak layak pakai seperti yang disampaikan petugas Dinas Perhubungan yaitu Bagian Pengujian Kendaraan/KIR Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Menurut petugas yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, bus DAMRI yang keluaran tahun 1984 yang masih tetap beroprasi sudah kami tindak tegas, karena tidak layak untuk beroprasi lagi di jalanan. Akan tetapi bus tua tersebut masih berjalan atau beroperasi lantaran ada yang membekingi dan anehnya pajak STNK masih berjalan alias tidak bodong sama sekali, padahal KIR tidak kami berikan lagi karena bus tua tersebut harus diremajakan.

Katanya, seharusnya STNK/pajak yang di keluarkan oleh samsat setempat tidak di keluarkan tanpa ada rekomendasi Dinas Perhubungan Kota Bandung yaitu buku KIR atau keterangan bahwa bus tersebut masih layak beroprasi.

Wartawan menginformasikan ke Perum Damri Kota Bandung yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta akan tetapi Kepala Kantor Perum Damri tidak ada di tempat dan di arahkan oleh salah satu staf untuk bertemu dengan humas yang bernama, Awang. Dari pengakuan Awang menyebutkan. bahwa bus Tua tersebut akan segera di remajakan,ujarnya singkat.

Perlu diketahui, pengguna jasa angkutan bus Damri jurusan Cibiru – Elang sering mengeluh karena bus tersebut sering mogok ditegah jalan. Hal itu juga disampaikan Rina, (27) dengan mengatakan, bus Damri tersebut sering mogok dan bila ngerem berbunyi keras dan asap hitam tebal, kalau jalan oleng, ujarnya. Selain itu, bus Damri semuanya ban buatan pulkanisir dan bukan ban orijinal. (P.Marbun/ Ermi/ D.Sitorus)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY