Krishna Murti Mempertaruhkan Jabatannya Asal Jessica Tersangka

Krishna Murti Mempertaruhkan Jabatannya Asal Jessica Tersangka

8480
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Nama Kombes Krishna Murti saat menjadi Dirkrimum Polda Metro Jaya menjadi sorotan di beritakan berbagai media atas ucapannya yang mempertaruhkan jabatan asal bisa menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

“Saya di datangi Krishna, dia bilang saya turun ke tahanan sudah jatuhin harga diri saya. Pak Krishna juga bilang, saya tanda tangani surat penahanan kamu, bismilah dan berdoa, saya mempertaruhkan jabatan saya demi Allah,” ujar Jessica sambil menangis menirukan ucapan Krishna Murti di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, (28/9/2016).

Selain itu, kata Jessica, dirinya pun di paksa oleh Krishna Murti untuk mengaku. “Dia juga ngomong ke saya, mendingan kamu ngaku. Kalau ngaku, kamu nggak bakal dihukum mati. Paling 7 tahun itu juga belum dipotong-potong masa tahanan. Lagian pengacara kamu juga sudah nyerah katanya kan nggak dibayar juga karena sepupu kamu,” ujar Jessica.

Bukan itu saja, Jessica juga menceritakan pengalamannya saat mendekam di dalam sel yang tak layak huni. “Saya di sel banyak kecoa. Saya stres, menderita, sangat tidak manusiawi saya 4 bulan disitu, ujar Jessica. Sejak berita ini dimuat, Kombes Krishna Murti belum berhasil ditemui wartawan.

PENYIDIK POLISI TIDAK MEMATUHI PERATURAN KAPOLRI

Diberitakan sebelumnya, Ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Mudzakkir lebih menyoroti pelanggaran terhadap Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2009 Pasal 58 yang telah dilakukan penyidik kepolisian dalam mengungkap kasus meninggalnya Mirna.

Pasalnya, penyidik polisi tidak melakukan Pemeriksaan barang bukti keracunan sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 58 yang wajib memenuhi persyaratan teknis.

Penyidik dengan tidak melakukan pengambilan organ atau jaringan tubuh Mirna berupa, 1) Lambung beserta isi (100 gr), 2) hati (100 gr), 3) ginjal (100 gr), 4) jantung (100 gr), 5) tissue adiposa (jaringan lemak bawah perut) (100 gr), dan 6) otak (100 gr). Serta cairan tubuh berupa urine (25 ml), darah (10 ml). “Itu juga menyalahi prosedur,” ujar Mudzakkir. (Wilson/ Jenri).

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY