Krishna Murti Diperiksa Tanda-tanda Jessica Mau di Bebaskan ?

Krishna Murti Diperiksa Tanda-tanda Jessica Mau di Bebaskan ?

39399
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Sejak mantan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti diperiksa oleh jajaran Divisi Profesi dan Pengawasan (Propam) Mabes Polri terkait pengaduan pengacara Jessica Kumala Wongso atas dugaan rekayasa hukum terhadap meninggalnya Mirna Wayan Salihin.

Akankah itu menjadi tanda-tanda yang membuktikan bahwa Jessica mau dibebaskan ?

Menurut Otto Hasibuan, ketua tim pengacara Jessica, kliennya tidak layak menerima hukuman walaupun cuma satu hari di dalam tahanan.

“Sesuai fakta-fakta dalam persidangan sebelumnya, racun sianida tidak ada didalam tubuh Mirna. Jadi meninggal Mirna bukan karena Sianida”, ujar Otto Hasibuan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).

Dalam persidangan sudah jelas Ahli Hukum Mudzakkir menjelaskan bahwa polisi telah melanggar aturan. Mulai dari cara polisi yang tidak mematuhi Perkab Kapolri, hingga intervensi polisi, jelas Otto.

Menurut Ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Mudzakkir mengatakan kalau polisi telah melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2009 Pasal 58 yang telah dilakukan penyidik kepolisian.

Kata Mudzakkir, seharusnya mayat Wayan Mirna Salihin harus di otopsi dan dibuktikan dari surat pengantar dokter forensik. Tetapi permintaan otopsi itupun tidak dilakukan polisi. Bagaimana Mirna disebut keracunan padahal otopsi saja sesuai ketentuan Pasal 58 tidak dilakukan.

Dalam pasal 58, otopsi orang meninggal yang harus dilakukan pengambilan Lambung beserta isi sebanyak 100 gram, Hati sebanyak 100 gram, Ginjal sebanyak 100 gram, Jantung sebanyak 100 gram, Tissue adiposa (jaringan lemak bawah perut) sebanyak 100 gram, dan Otak sebanyak 100 gram. Selain itu, urine (25 ml), dan darah (10 ml), ujarnya.

Sedangkan Yudi Wibowo Sukinto, pengacara Jessica mengatakan, saya lapor Krishna Murti ke Propam karena dia sudah melakukan rekayasa hukum, sekitar Maret atau enggak April saya sudah lapor,” ujarnya. (Wilson/Edward)

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY