KPUD Tapteng Berangkat ke Jakarta Hadapi Gugatan di MK

KPUD Tapteng Berangkat ke Jakarta Hadapi Gugatan di MK

1283
0
SHARE
Ketua KPUD Tapanuli Tengah Halomoan Lumban Tobing
Ketua KPUD Tapanuli Tengah Halomoan Lumban Tobing

Jakarta, (WN) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sudah menyiapkan tim advokasi atau kuasa hukum jauh-jauh hari sebelumnya untuk melawan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami nyatakan siap menghadapi gugatan Pilkada, kita akan ke Jakarta selama 3 hari atau lebih, untuk memastikan apakah ada gugatan paslon atau tidak,” ujar Ketua KPUD Tapanuli Tengah Halomoan Lumban Tobing, Jumat (24/02), di Pandan, Tapteng.

Hal itu setelah sejumlah pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupten Tapanuli Tengah (Tapteng) menolak hasil penghitungan suara.

Salah satunya datang dari pasangan nomor urut satu, Amin Pardomuan Napitupulu dan Ramses Hutagalung (Amira).

Perwakilan Kuasa Hukum Paslon Amira, Parlaungan Silalahi, mengatakan yang menjadi landasan penolakan hasil perhitungan suara Pilkada Tapteng yaitu banyaknya temuan pelanggaran selama tahapan dan pemungutan suara berlangsung baik yang dilakukan pihak penyelenggara dan Paslon.

“Bahwa kami menilai banyak pelanggaran-pelanggaran Pemilukada selama tahapan dan jadwal berlangsung, dalam hal ini penyelenggara yaitu KPU dan Panwaslih Tapanuli Tengah tidak pernah melakukan tindakan terhadap salah satu pasangan calon,” ujar Parlaungan.

Bahwa kami menemukan di lapangan ada kurang lebih 50 ribu lembar C 6 tidak dibagikan, ditemukan ribuan kertas suara di hampir semua TPS yang di coblos pada pasangan nomor urut 3 yang dalam keadaan berlobang.

Adanya pembakaran kertas suara sebanyak kurang lebih 50 ribu lembar pada tanggal 14 Februari 2017 tanpa di hadiri semua paslon sebagai saksi.

Bahwa kami menilai Panwaslih Tapanuli Tengah sangat jelas dan terang benderang mengabaikan laporan atau pengaduan masyarakat. (Rekson Pasaribu)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY