KPU Ultimatum Golkar

KPU Ultimatum Golkar

174
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta partai yang berkonflik menyelesaikan masalahnya sebelum tanggal 26 Mei 2015. Jika mereka masih berseteru hingga batas waktu yang dutentutkan, maka Golkar tidak dapat mengikuti Pilkada serentak 2015.

“Putusan inkrah paling lambat harus sudah ada tanggal 26. Kami tidak tahu apakah bisa atau tidak. Saran kami, supaya bisa ikut Pilkada ya damai saja. Jika tidak terkejar mereka tidak bisa ikut,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay, Jumat (22/5/2015).

Ia menegaskan, kubu manapun tidak akan bisa mengikuti Pilkada. Sebab, SK dari parpol tersebut masih menjadi objek sengketa di pengadilan. “Jadi sudah jelas bahwa dalam kondisi seperti ini tidak ada yg bisa mendaftar,” ujarnya. Hadar mengungkapkan, meskipun Golkar sudah mengantongi SK terakhir dari Menkunham, namun SK tersebut belum bisa digunakan, karena PTUN belum mengeluarkan putusan inkrah yang menghilangkan penundaan dari SK tersebut.

“Ayat 1 memang menjelaskan, meskipun ada sengketa, SK masih bisa hidup. Tapi dalam putusan PTUN Golkar kemarin, masih ada putusan-putusan sela yang tetap berlaku hingga adanya putusan inkrah. Maka kita gunakan pasal 36 ayat 2,” ungkapnya.

Pada ayat 2, jika partai tersebut tidak berdamai membentuk satu kepengurusan dan mendaftarkan kepengurusan yang baru ke Kemenkumham sebelum batas akhir pendaftaran, maka tidak ada kubu manapun yang bisa mendaftar. “Intinya, KPU menginginkan semua partai bisa mengikuti Pilkada tahun ini. Atas pertimbangan itu, KPU sepakat memasukkan pasal 36 ayat 3 dalam PKPU pencalonan tentang pengaturan islah. Ini solusi yang bisa kami berikan,” tegasnya. (mt/sr)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY