KPK Kesulitan Memeriksa Bos Lippo Group Eddy Sindoro

KPK Kesulitan Memeriksa Bos Lippo Group Eddy Sindoro

831
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Presiden Komisaris Lippo Group Eddy Sindoro sudah tiga kali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat penyidik KPK kesulitan mengorek kesaksian dari bos Lippo Grup tersebut.

“Eddy Sindoro memang sudah tiga kali dipanggil dan tidak ada keterangan. Penyidik akan melakukan upaya-upaya lain untuk bisa menghadirkan dia sebagai saksi,” ujar Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andrianti.

Yuyuk mengakui, Eddy terlacak masih ada di luar negeri. Tapi, dia menegaskan, Eddy bisa dipanggil paksa meski ada di luar negeri. “Bisa,” kata Yuyuk.

Namun, dia belum mau membeberkan kapan penyidik bakal melakukan itu.

Eddy Sindoro diduga mengetahui pemberian suap oleh mantan pegawai PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno kepada panitera sekretaris PN Jakarta Pusat Eddy Nasution.

Eddy diduga memerintahkan Doddy Aryanto menyuap Edy Nasution Rp150 juta.

Tujuan pemberian uang agar Edy menunda aanmaning (peringatan untuk pelaksanaan putusan pengadilan) terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana dan menerima pendaf­taran peninjauan kembali PT Across Asia Limited meskipun telah lewat batas waktu yang ditentukan undang-undang.

“Terdakwa Doddy Aryan-to Supeno bersama-sama dengan Wresti Kristian Hesti, Ervan Adi Nugroho, Hery Soegiarto, dan Eddy Sindoro memberi uang sebesar Rp150 juta kepada Edy Nasution,” ujar jaksa Fitroh Rohcahyanto saat membacakan dakwaan Doddy Supeno.

Akan tetapi, tim penasihat hukum terdakwa Doddy Aryanto Supeno, Jeremiah WK, justru puas dengan hasil sidang yang digelar Senin di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menurutnya, berdasarkan keterangan di persidangan, dakwaan terhadap Doddy dapat dipatahkan.

“Kami puas dengan fakta di persidangan ketika dakwaan terhadap Doddy tentang uang Rp50 juta dan Rp100 juta sebagai suap dapat dipatahkan,” ujar Jeremiah. (Hermanto/MI)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY