Korban Perampasan Mobil Dikecewakan Polsek Bandar Sribhawono

Korban Perampasan Mobil Dikecewakan Polsek Bandar Sribhawono

479
0
SHARE
Korban pemilik mobil, Pahrudin, warga Desa Pempen, Kecamatan Gunung, Lampung Timur.
Korban pemilik mobil, Pahrudin, warga Desa Pempen, Kecamatan Gunung, Lampung Timur.

Lampung Timur, (WN) – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bandar Sribhawono, Lampung Timur yang belum menangkap para pelaku pencurian mobil jenis Suzuki Ertiga, berbau persekongkolan.

Korban pemilik mobil, Pahrudin, warga Desa Pempen, Kecamatan Gunung, Lampung Timur  mengaku sangat kecewa terhadap kinerja kepolisian karena sudah satu bulan, pelaku pencurian mobil belum juga ditangkap.

“Pihak kepolisian sudah mengetahui para pelaku perampasan mobil saya, tetapi mereka tidak menangkap pelakunya,” ujar Pahrudin menyampaikan kekecewaan kepada Harian Warta Nasional, Rabu (24/05/2017) sekitar pukul 17.35 WIB di Lapangan Merdeka Bandar Sribhawono, Lampung Timur.

Menurut Fahrudin, kejadian perampasan mobilnya tersebut terjadi Senin (24/04/2017) sekitar pukul 19. 20 WIB.

“Kejadian tersebut saya laporkan ke kantor Polsek Bandar Sribhawono yang di terima oleh pak Budi langsung diruang pelaporan,” ujar Pahrudin.

Pahrudin juga mengaku sampai saat ini belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dan merasa ada persekongkolan.

“Tadi saya coba datang ke kantor Polsek Bandar Sribhawono, ketemu dengan penyidik dan Kanit. Kata Kanit ke saya hari ini mau ke Tanjung Karang sama pak Budi, mau memeriksa Angga Ruli (terlapor).

“Saya tanya, bang kok memeriksa di Karang ?, emang kantor kita di Karang ?, jawab pak Kanit untuk mempercepat proses, karena Angga Ruli itu tidak mau datang karena ketakutan, dan mereka ke karang itu untuk memastikan alamat yang merampas mobil kita itu bahasa kanit,” ujar Pahrudin.

Kata Pahrudin, lalu saya ngomong sudah bang saya nunggu kabarnya nanti sore. Karena setelah itu pulang dari karang mereka mau gelar perkara sama Kapolsek, lalu di ajukan ke Polres, itu bahasa Kanit dengan saya, ujarnya.

Tetapi saya kecewanya, kok memeriksanya di Tanjungkarang, kan seharusnya terlapor yang datang ke Polsek Sribhawono, ada apa saya tanda tanya tadi itu akhirnya, saya pergi dari Polsek saya tunggu sampai sore ini, belum ada kabar, ujar Fahrudin.

Dalam hal ini Fahrudin mengatakan, jika pihak Polsek tidak mampu dia akan melaporkan ke Polres Lampung Timur, atau langsung ke Polda. (Erwanto)
 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY