Korban Kecelakaan Kerja Ditelantarkan PT.SAP di Rumah Sakit

Korban Kecelakaan Kerja Ditelantarkan PT.SAP di Rumah Sakit

208
0
SHARE

KUANTAN SINGINGI, (WN) – Sungguh malang nian nasib, Danil, salah seorang karyawan PT. Sahabat Adi Putra (PT. SAP) yang berlokasi di Jalan Riau, Pekanbaru, Riau, yang menjadi korban kecelakaan kerja.

Saat dia mengenderai sepeda motor milik perusahaannya keluar dari Base Camp PT. SAP yang juga menjadi tempat tinggalnya itu. Secara tiba tiba di jalan koridor, dia dihantam pohon tumbang (kayu Akasia) yang mengakibatkan tulang pinggang dan kepalanya retak.

Beruntung Danil segera di rujuk ke rumah sakit Arifin Ahmad, hingga nyawanya pun terselamatkan. Namun, perusahaan tempat Danil bekerja tidak mau membantu biaya perobatan di rumah sakit.

Pengabdian Danil tinggal menetap di lingkungan perusahaan itu selama ini untuk membantu PT SAP. Rupanya kebaikan Danil ini ibarat air susu dibalas dengan air tuba oleh pihak Manegemen PT.SAP.

Karena PT.SAP tidak mau bertanggungjawab atas segala biaya perobatan di sejumlah rumah sakit. PT. SAP telah menelantarkan karyawannya Danil begitu saja di rumah sakit. Bahkan saat pihak keluarga meminta bantuan untuk biaya penebusan dari rumah sakit.

Amos selaku Manager PT SAP kepada Harian Warta Nasional mengatakan, seharus yang membiayai semua perobatan itu adalah perusahaan yang menebang pohon (PT.RAPP). Dengan entengnya PT.SAP menyebutkan biaya pengobatan Danil di Rumah Sakit tersebut adalah diluar tanggungjawab PT SAP.  Artinya PT. SAP memilih melanggar UU Ketenagakerjaan dan UU Disnaker ketimbang membantu karyawanya.

Padahal, sesuai UU menyebutkan, setiap pekerja yang mengalami kecelakaan kerja berhak menerima Jaminan Kecelakaan Kerja  sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (“UU Jamsostek”). Yaitu :

Pasal 4 ayat (1) UU Jamsostek: “Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini.”

Penjelasan Pasal 4 ayat (1) UU Jamsostek: “Yang dimaksud dengan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja adalah orang yang bekerja pada setiap bentuk usaha (perusahaan) atau perorangan dengan menerima upah termasuk tenaga harian lepas, borongan, dan kontrak.

Sedangkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (“UU SJSN”): Yaitu : “Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.”

Untuk Pasal 1 angka 6 Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (“UU Jamsostek”): “Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.”

KRONOLIS KECELAKAAN

Di Jalan Koridor, PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) selaku mitra kerja PT. Wahyu Yuda Abadi (PT.WAP) melakukan penumbangan pohon tanpa ada petugas keselamatan kerja dilokasi. Saat itulah Danil bersama Samosir karyawan PT.SAP dihantam pohon kayu Akasia.

Mereka berdua tak sadarkan diri dengan kondisi luka parah, beberapa jam kemudian dilarikan ke rumah sakit Santa Maria, dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Arifin Ahmad. Setelah dilakukan perawatan oleh pihak rumah sakit, ternyata baik PT.RAPP juga lepas tanggungjawab dari semua biaya perobatan. Pihak PT.RAPP, diwakili oleh Poltak Siboro mengatakan, kami tidak bertanggungjawab atas musibah yang menimpa Danil, ujarnya.

Nasib Danil hingga berita ini diturunkan kebingungan mencari biaya perobatan, Segala biaya pengobatan yang dibutuhkan di rumah sakit dan di klinik terdekat masih bersifat pinjaman dari tetangga. Padahal, Danil masih membutuhkan cukup banyak biaya guna memulihkan retak tulang pinggang dan kepala yang dia derita. (henrik sirait / Tim)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY