Kontaminasi Limbah Pabrik Adalah Alasan Rutin PDAM Mengurangi Produksi Air

Kontaminasi Limbah Pabrik Adalah Alasan Rutin PDAM Mengurangi Produksi Air

179
0
SHARE

BEKASI, (WN) – Kasus pencemaran air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot, Kota Bekasi, Jawa Barat dan banyaknya limbah industri dituding sebagai alasan rutin Direktur PDAM untuk mengurangi volume produksi air bersih.

Saat ini banyak warga Kota Bekasi mengaku kecewa dengan PDAM Tirta Patriot karena tidak dialiri air, akibat airnya tidak sampai langsung ke bak penampungan. Airnya hanya menetes di sekitaran meteran saja

“Sekarang sudah hampir satu minggu tidak ngalir sama sekali. Saat saya tanya kepada pihak PDAM, mereka selalu menjawab itu gara-gara pencemaran air baku yang membuat pengurangan volume produksi air ke masyarakat, “ ujar Hermanto.

Direktur Tekhnik PDAM Tirta Patriot, Cecep Ahmadi mengatakan kepada wartawan, bahwa PDAM hanya memproduksi 300 liter per detik. Dengan mengurangi 100 meter perdetik dari normal biasanya 450 liter per detik.

Pengurangan itu dilakukan gara gara pencemaran. “Pencemaran air Kali Bekasi yang menjadi sumber air baku produksi itu berasal dari limbah industry adalah penyebabnya. Saat ini di bagian hulu Kali Bekasi sudah banyak industri yang beroperasi,” ujar Cecep.

Menurutnya, pengurangan produksi air bersih itu terjadi sejak sepakan lalu guna mengantisipasi kontaminasi limbah ke kolam penampungan produksi air bersih. Pencemaran itu tidak lepas pula dari pengaruh cuaca di sekitar kawasan hulu, yakni Kabupaten Bogor.

“Tercemarnya Kali Bekasi biasa terjadi apabila hujan di Bogor tidak menentu. Karena, air dari Bogor mengalir sampai ke Bendungan Kali Bekasi. Pengalamannya, kata dia, jika intensitas hujan di Bogor berlangsung stabil, maka bisa dipastikan air baku PDAM Tirta Patriot tidak akan tercemar.

“Tapi kalau hujan, sudah pasti tercemar. Karena limbahnya tidak terurai air hujan dan langsung mengalir ke Bekasi. Pihaknya mengaku tidak dapat memperkirakan sampai kapan produksi air bersih ini dibatasi, “ imbuh Cecep. (Rademan)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY