KONSER PESTA RAKYAT, “Yang Mau Ketemu Saya, 20 Oktober ke Monas...

KONSER PESTA RAKYAT, “Yang Mau Ketemu Saya, 20 Oktober ke Monas Saja”

125
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Ratusan ribu relawan siap pasang badan demi lancarnya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), pada tanggal 20 Oktober 2014 mendatang, di pelantaran Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Presiden terpilih Jokowi menyarankan pendukungnya untuk datang ke Pesta Rakyat di Monas. “Kalau mau ketemu saya, datang saja ke Monas pada tanggal 20 Oktober, disana akan digelar acara Pesta Rakyat melalui Konser Salam Dua Jari. Ya, itulah baru namanya kegembiraan politik,” ujar Jokowi.

Sebelumnya ‘Pesta Rakyat’ awalnya akan digelar di DPR. Ribuan pendukung Jokowi-JK ingin merayakan pelantikan RI I dan RI 2 itu. Para relawan dari Jakarta maupun luar kota ini berjanji acara ini berlangsung damai dan tanpa kekerasan. Selanjutnya Jokowi-JK akan diarak dari Gedung DPR hingga ke Monas untuk konser musik bersama Slank.

Suami Iriana ini sudah tahu tentang rencana pendukungnya. Akhirnya Jokowi meminta agar perayaan dipusatkan di Monas, bukan DPR. Jokowi menyambut baik keinginan rakyatnya untuk bertemu dengannya di acara perayaan tersebut.

Sementara Grup Band Slank beserta sejumlah musisi yang tergabung dalam Revolusi Harmoni mengajak semua orang untuk terlibat dalam acara itu. Personel Slank, Abdee Negara mengatakan, “Kita akan bikin acara-acara, bentuknya konser. Semacam syukuran rakyat atas pelantikan Jokowi-JK pada 20 Oktober,” kata Abdee di Jakarta.

“Jokowi-JK kan dipilih oleh rakyat, rakyat yang akan mengantar dia dari DPR sebagai simbol ke istana. Dan pada 20 itu akan jadi momen bangkitnya Indonesia,” ucapnya.

Dalam pesta rakyat itu, para musisi, termasuk Slank dan Oppie Andaresta, bakal membawakan lagu khusus yang diciptakan musisi Revolusi Harmoni. Menurut Abdee, lagu bertema persatuan Indonesia tersebut dipersembahkan untuk Indonesia baru.

Abdee mengakui keterlibatannya dalam mendukung Jokowi-JK sebagai upaya memberikan semangat untuk perubahan Indonesia. Sebagai seniman yang punya kemampuan berkarya, ia ingin memberi simbol semangat dalam pemerintahan baru dan menjadi titik tolok majunya Indonesia ke depan.

Menurutnya, Jokowi serta tim kabinet tidak mungkin bisa melakukan perubahan tanpa melibatkan rakyat. Keterlibatan rakyat tersebut perlu simbol semangat dari para seniman salah satunya melalui lagu. “Itu kontribusi kita sebagai seniman, kontribusi kita mengajak orang untuk mengajak orang, “Ayo bersama-sama membangun Indonesia’,” ujarnya.

MPR LANTIK PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah dipersiapkan para pimpinan MPR, yang akan diselenggarakan 20 Oktober 2014 di Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Persiapan itu dilakukan melalui pertemuan yang diselenggarakan di Lt. 9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, 9 Oktober 2014, dihadiri oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, para Wakil Ketua MPR Mahyudin, E. E Mangindaan, Hidayat Nurwahid, dan Oesman Sapta.

Dari pimpinan KPU, ada Ketua KPU, Husni Kamil Manik; beserta jajarannya seperti Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman, dan Sigit Pamungkas. Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie juga hadir dalam pertemuan itu.

Ketua KPU, Husni Kamil Manik menyatakan bahwa pelantikan presiden merupakan tahapan terakhir dalam proses Pemilu Presiden. Dikemukakan bahwa pertemuan itu untuk mensinergikan tugas akhir KPU dan tugas awal MPR. Untuk itu pentingnya pembahasan proses pelaksanaan pelantikan presiden sesuai dengan Tata Tertib MPR dan UU MD3.

Presiden dan Wakil Presiden akan dilantik oleh MPR sesuai dengan Undang-Undang nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 161 ayat (1) menjelaskan presiden dan wakil presiden dilantik oleh MPR. Pasal 161 ayat (2) menjelaskan wakil presiden otomatis menjadi presiden bila presiden terpilih berhalangan tetap untuk dilantik.

Pasal 161 ayat (1) menjelaskan presiden dan wakil presiden terpilih bersumpah menurut agamanya atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Sidang Paripurna MPR, bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan presiden dan wakil presiden. Berikut adalah kalimat sumpah dan janji yang diucapkan presiden dan wakil presiden saat dilantik, sebagaimana diatur dalam pasal 163.

SUMPAH PRESIDEN (WAKIL PRESIDEN):

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.”

JANJI PRESIDEN (WAKIL PRESIDEN):

“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebagik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.” (REKSON)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY