KMP Tak Sekuat Dulu

KMP Tak Sekuat Dulu

113
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Koalisi Merah Putih (KMP) dinilai tidak lagi sekuat sebelumnya karena adanya perubahan konstelasi politik di internal Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di KMP, hanya Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dinilai masih solid.

Peta politik saat ini tidak menguntungkan KMP sehingga koalisi itu menjadi melemah. “Praktis yang solid di KMP hanya tinggal Partai Gerindra dan PKS. Sikap Partai Amanat Nasional (PAN) juga berubah drastis sejak dipimpin Zulkifli Hasan,” kata peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyowo Wibowo dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Karyono, Partai Demokrat pun tidak bisa diharapkan akan mendukung KMP karena sejak awal partai tersebut terang-terangan memilih menjadi kekuatan tersendiri, bukan bagian dari koalisi mana pun. Dalam bersikap, Partai Demokrat biasanya melihat situasi terlebih dahulu,” tuturnya.

Karyono mengatakan, Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly yang mengakui kepengurusan Partai Golkar versi musyawarah nasional (munas) Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono telah memukul KMP. Meski demikian, masih ada perlawanan di internal partai berlambang beringin itu.

Menurut Karyono, sejak kubu Agung Laksono berada “di atas angin”, cukup banyak kader Partai Golkar yang semula mendukung Aburizal Bakrie, lalu berbalik arah mendukung munas Ancol. Karena itu, dia memperkirakan Partai Golkar pimpinan Aburizal juga akan kehilangan kekuatan.

Karena itu, Karyono menilai sejumlah agenda yang digulirkan KMP, seperti hak angket kepada Menteri Hukum dan HAM akan mentah dan gagal.

Ditempat terpisah. Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono memastikan bahwa partainya akan keluar dari KMP. Ini disampaikannya setelah ada surat keputusan (SK) dari Menkumham Yasonna Laoly, yang mengesahkan kepengurusan Golkar berdasarkan hasil Munas Ancol.

“Kami kan sudah menyatakan tidak terikat lagi di koalisi. Kami keluar dari koalisi KMP,” tegas Agung di Jakarta Pusat, Senin. Menurut Agung pihaknya kini berada di bawah barisan pendukung pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Setelah Golkar, kali ini PPP menyampaikan sikap keluar dari KMP. Ketua PPP Mukhtamar Jakarta, Djan Faridz mengatakan, KMP adalah nostalgia. Sekarang ini, kata dia, partainya jadi bagian dari kelompok partai pendukung pemerintahan. “KMP itu kan adanya saat pilpres lalu. Sekarang sudah nggak ada lagi,” kata dia. (son/berbagai sumber)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY