Kejati Riau Tahan Wakil Bupati Pelalawan

Kejati Riau Tahan Wakil Bupati Pelalawan

448
0
SHARE

RIAU, (WN) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan,Drs Marwan Ibrahim terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan tanah dan perluasan perkantoran Bhakti Praja tahun anggaran 2002,2008,2009 yang mengakibatkan kerugiaan negara 4 tahun anggaran sebesar Rp38.087.293.600. setelah menerima pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Riau,.

Kepala Kejaksan Tinggi (Kajati) Riau Setia Untung mengatakan : perkara tindak pidana korupsi atas nama H Marwan Ibrahim, bersama – sama dengan Syahrizal Hamid, AI Azmi,SH, Lahmudin,SE,MSi,T.Alfian Helmi (masing masing telah diputus dalam berkas terpisah), H. Rahmad (telah dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah dan telah menjadi terpidana), dan Drs. H.Tengku Kasroen (telah dilakukan penuntutan dalam berkas terpisah) yang masing-masing telah dilakukan penahanan dalam Tahap Penuntutan (persidangan).

Kegiatan pengadaan pengadaan tanah untuk perluasan perkantoran Bhakti Praja TA. 2002, 2008, 2009, yang dilakukan oleh Drs. H. Marwan Ibrahim menjabat selaku Sekda Kab. Pelalawan pada tahun 2002 dengan cara menyetujui pembayaran uang sebanyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) kepada saksi SYAHRIZAL HAMID yang dipergunakan untuk membeli tanah PT. Katulistiwa untuk perkantoran Pemkab. Pelalawan.

Menurut Untung, selaku Sekda Kab. Pelalawan pada tahun 2009 dan menjabat sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah TA 2009 namun tidak melaksanakan tupoksi sebagai Ketua Panitia Pengadaan tanah untuk perluasan perkantoran Bhakti Praja TA. 2009 yang dilaksanakan oleh DPKKD.

“Selain menyalahgunakan wewenang dan jabatannya Tersangka telah menerima suap hadiah atau grafitasi berbentuk uang sebanyak Rp. 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah) berdasarkan kwitansi tertanggal 19 Juni 2008, yang dananya bersumber dari APBD Kab. Pelalawan TA. 2008 dan uang sejumlah Rp. 1.115.000.000,-,yang diterima dari saksi,”tegas Untung.(Yus).

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY