Kejati Babel Habiskan Rp250 Juta Untuk Ungkap Korupsi Rp150 Juta

Kejati Babel Habiskan Rp250 Juta Untuk Ungkap Korupsi Rp150 Juta

617
0
SHARE

Bangka, (WN) – Pengusutan kasus dugaan korupsi pulau Tujuh yang ditangani Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Happy Hadiastuty dinilai lebih besar pasak dari pada tiang (rugi) dan terkesan aneh.

Kerugian negara pulau Tujuh yang diusut penyidik hanya sekitar Rp 150 juta saja. Sedangkan biaya penyelidikan (operasional) yang telah dihabiskan penyidik untuk kasus itu sekitar Rp 250 juta. Artinya telah merugikan negara ?.

Ketua LSM-LP Tipikor Jonatan mengatakan, kasus di Kejati Provinsi Bangka Belitung sangat aneh, lebih besar pasak dari pada tiang, artinya lebih besar pengeluaran negara daripada pemasukan negara, ujar Jonatan, Kamis (16/6/2016).

Menurut Jonatan, baru kali ini saya melihat ada kasus yang sangat tidak masuk akal. Bayangkan, jika semua Kejati di Indonesia melakukan penyidikan seperti itu, saya nyakin negara bisa bangkrut karena kejaksaan tidak bisa menyelamatkan keuangan negara, tegasnya.

Sebelumnya, Kejati Prov.Babel Happy Hadiastuty mengatakan, kasus korupsi pulau Tujuh itu kerugian hanya sekitar Rp 150 juta dengan melibatkan 30 tersangka, dengan melibatkan hampir sebagian para wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Babel.

“Kasus korupsi pulau Tujuh itu kerugian hanya sekitar Rp 150 juta dengan melibatkan 30 tersangka. Kerugian itu tidak signifikan bagi pihak kejati Babel, sedangkan biaya penyelidikan sekitar Rp 250 juta,” kata Happy Hadiastuty usai melantik tiga pejabat jaksa yang bakal bertugas di institusi Kejati Babel, Rabu (15/6/2016).

Menurutnya, sejumlah pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu telah mengembalikan uang Rp 4 juta perorang tersangka. (Hermanto/TBn)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY