Kejari Menghentikan Sepihak Korupsi Penjualan Gunung Sembung

Kejari Menghentikan Sepihak Korupsi Penjualan Gunung Sembung

153
0
SHARE

Purwakarta, (WN) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta dikabarkan telah menghentikan secara sepihak kasus korupsi penjualan aset negara berupa tanah Gunung Sembung senilai Rp 6 miliar seluas 45 hektar di Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

“Saya dapat informasi dari orang dalam Kejari Purwakarta, proses hukum untuk kasus penjualan Gunung Sembung sudah dihentikan sepihak. Tidak ada lagi penyidikan, semuanya tertutup begitu saja, “ ujar Ketua Kobar, Eddy.P kepada Harian Warta Nasional, di Mall STS, Sadang, Purwakarta, Rabu, (22/6/2016).

Menurut Eddy, kita tidak bisa berharap lagi dengan penyidik Kejari, mimpi kita akan sia-sia saja. Jalan satu-satunya hanya KPK mengambil alih kasus ini. “Masalahnya KPK mau tidak naik gunung?. Saya pikir KPK juga ogak karena sudah enak di kota besar, ujar Eddy.

Ketua LSM Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP), Hikmat Ibnu Aril mengatakan dari dulu Kejari memang tak pernah serius mengungkap kasus korupsi di wilayah ini. “Sampai sekarang belum satu orang pejabat Pemkab Purwakarta yang di tangkap Kejari karena korupsi, ujarnya.

Perlu diketahui, gunung seluas 45 hektare itu bernama Gunung Sembung. Gunung yang berada di Desa Malangnengah Kecamatan Sukatani itu merupakan aset Pemkab Purwakarta.

Penjualan aset Gunung Sembung telah diselidiki Kejari Purwakarta sejak tahun 2015 dengan memeriksa sebanyak 40 orang saksi dan bukti AJB (Akta Jual Beli) sudah diperoleh Kejari nilainya sampai Rp 6 miliar.

Bahkan sedikitnya 10 orang Anggota DPRD Jawa Barat sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gunung tersebut untuk mencari tahu kabar informasi terkait penjualan gunung itu. (Rekson)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY