Kejari Membongkar Kasus Korupsi di Dinas Cipta Karya Karawang

Kejari Membongkar Kasus Korupsi di Dinas Cipta Karya Karawang

419
0
SHARE

KARAWANG, (WN) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi total atau pembangunan gedung paripurna DPRD Kabupaten Karawang bisa bertambah sesuai dengan perkembangan penyelidikan.

“Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi itu, Kejaksaan Negeri Karawang telah menetapkan seorang tersangka, yakni seorang pejabat Dinas Cipta Karya Karawang, Tri Hermawan Tyo Putro,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari setempat, Sulvia Trihapsari di Karawang, Selasa.

Dia menjelaskan, Tri ditahan terkait kapasitasnya sebagai Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan dari penyusunan “Detail Engineering Design” atau DED.

“Sampai saat ini, kami masih terus mendalami kasus itu. Mengenai ada atau tidaknya tersangka lain dalam kasus tersebut, itu sesuai penyelidikan,” katanya.

Sulvia Trihapsari mengaku pihaknya sudah memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Karawang terkait dengan pendalaman kasus itu, termasuk Kepala Dinas Cipta Karya setempat, Dedi Ahdiat.

Selain itu ada pula tiga orang dari Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa Konsultasi Pembuatan DED yang telah diperiksa.

Ketiga orang itu di antaranya Ahmad Haris (Ketua Pokja Pengadaan Jasa Konsultasi Pembuatan DED), Novi Cahyadi Ahya (sekretaris), serta Dede Pramiadi Asmara (anggota).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Swadaya Masyarakat Lodaya, Yusuf Nurwenda mendesak agar Kejari Karawang lebih serius dalam mengungkap kasus dugaan korupsi pembangunan gedung paripurna DPRD Karawang senilai Rp6,8 miliar itu.

Ia menyampaikan hal tersebut, karena ada kedekatan antara lembaga Kejari dengan Dinas Cipta Karya.

Jika pejabat di dua lembaga itu hubungannya dekat, maka dikhawatirkan “mengganggu” proses penyelidikan kasus tersebut.

Seorang praktisi hukum Karawang, Asep Agustian juga meminta agar Kejari Karawang menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara profesional.

Bahkan, kata dia, Kejari harus bisa menyeret pelaku lain yang terlibat dalam kasus korupsi pembangunan gedung paripurna DPRD itu. (MAN)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY