Kejahatan Calo di Samsat dan di Kantor Pelayanan SIM

Kejahatan Calo di Samsat dan di Kantor Pelayanan SIM

880
0
SHARE

BEKASI, (WN) – Sejumlah Wajib Pajak (WP) mengeluh mengurus surat-surat kendaraan mulai dari perpanjang, bea balik nama Buku Pajak Kendaraan Bermotor (BPKB) dan mutasi di Kantor Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Bekasi, yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani, No 7, Kota Bekasi.

Maraknya aksi percaloan ini karena diduga bekerjasama dengan oknum petugas. Dari pantuan Harian Warta Nasional di sekitar kantor SIM Samsat Kota Bekasi , puluhan para calo melakukan aktifitas praktik kotor, pemandangan itu dapat dilihat di salah satu warung nasi yang tidak jauh dari kantor Samsat.

Salah seorang calo berinisial AL menceritakan proses cara kerja para calo. “ Calo disini ada jaringannya (berkelompok-kelompok) yang tersebar di Bekasi, saat mereka melakukan pengurusan, mereka itu berkumpul di warung makan di samping kantor Samsat untuk melakukan pemberkasan, “ ujar AL.

Di warung ini juga lah orang dalam mengatur tata cara pemberkasan yang dilakukan para calo. Disini, pemohon hanya perlu mengikuti seluruh rangkaian proses mengurus perpanjang, bea balik nama dan mutasi. Para calo ini pun menawarkan jasanya antara Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu.

Sejumlah calo yang sudah mangkal sejak pagi langsung menghampiri menawarkan jasanya untuk pengurusan. Para calo itu sangat mudah dikenali dengan ciri – ciri menggunakan tas sanggul, dengan menenteng banyak buku buku.

Di tempat yang sama, salah satu pemohon perpanjangan STNK, Yanti (41), mengaku, terpaksa harus mengikuti jasa calo, lantaran apabila tidak diikuti, maka prosesnya akan memakan waktu sangat lama. “Saya bayar Rp 150 ribu diluar pajak kendaraan saya,” jelasnya.

CALO SIM DI POLRES
Mengurus pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) kerap menjadi momok bagi banyak orang. Bagaimana tidak, proses yang panjang dan kurang terarah bahkan terkadang semrawut menjadi alasan bagi banyak pihak menggunakan jasa orang ketiga.

Meski terus ditata, nyatanya proses pembuatan SIM masih dimanfaatkan oknum-oknum yang ingin mengeruk keuntungan. Mulai dari ‘orang dalam’ hingga sejumlah pihak-pihak tertentu yang mencoba memberikan ‘jalur cepat.

Ahmad Syah, yang berprofesi sebagai seorang karyawan swasta punya cerita lain kala mengurus SIM A dan SIM C di Satuan Penyelenggaraan Adminnistrasi SIM (Satpas SIM) Polresta Kota Bekasi, Jalan Pramuka No 79, Bekasi.

Pada saat itu, ia tak punya niatan untuk menggunakan jasa gelap dan memilih jalur resmi dengan mengikuti seluruh proses. Namun nyatanya, hingga empat kali test, ia selalu gagal dengan alasan skornya tak memenuhi persyaratan.

“Sampai empat kali test nggak lulus terus. Setelah itu saya diminta ulang dengan jangka waktu dua minggu,” kenang pria asli Cikarang itu.

Karena tak kunjung lulus, dia pun akhirnya memutuskan menggunakan jasa orang dalam. Memang, untuk mendapatkan SIM A dan SIM C Jakarta, dia merogoh kocek lebih dalam. “Saya bikin SIM, akhirnya lulus juga karena pakai jasa petugas. Kena Rp 800 ribu. Itu katanya jatah untuk orang dalam,” ungkap dia.

Menurut Ahmad, semua tes cuma formalitas aja. Soalnya para calo bekerjasama dengan orang dalem. Pemohon hanya perlu mengikuti seluruh rangkaian proses mengurus SIM. Hanya saja, semua test itu hanya sekedar pemberkasan. Bahkan ketika test praktik, seluruh pemohon yang menggunakan jasa calo hanya memperoleh pengarahan semata tanpa perlu dilakukan tes kemampuan berkendaranya. (NL/Rekson)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY