Kebohongan JPU Akan “Ditelanjangi” di Sidang Hari ini

Kebohongan JPU Akan “Ditelanjangi” di Sidang Hari ini

1154
0
SHARE
“Perlu diketahui bahwa ruangan itu diminta sendiri oleh terdakwa karena tidak ingin disatukan oleh tahanan lainnya. Ruangan itu terbilang mewah untuk kasus terdakwa saat itu,” ujar pihak JPU Meilani.
“Perlu diketahui bahwa ruangan itu diminta sendiri oleh terdakwa karena tidak ingin disatukan oleh tahanan lainnya. Ruangan itu terbilang mewah untuk kasus terdakwa saat itu,” ujar pihak JPU Meilani.

Jakarta, (WN) – Sidang kasus kematian Wayan Mirna Solihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari ini Kamis, (20/10/2016) akan sangat menarik untuk disaksikan langsung.

Pasalnya, Ketua Penasehat Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan akan “menelanjangi” kebohongan-kebohongan dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam penyampaian duplik siang ini untuk menanggapi replik JPU.

Salah satu kebohongan JPU yang sangat mencolok adalah terkait foto-foto Jessica di dalam sel ruang tahanan Polda Metro Jaya yang disebut sangat mewah (seperti gambar diatas).

“Jaksa telah membuat  fitnah ke Polda Metro Jaya dengan pemberian fasilitas sel tahanan sangat mewah kepada Jessica,” ujar Otto, di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat Kamis (20/10/2016).

Padahal, Kapolda Metro Jaya sudah dengan tegas membantah pernyataan JPU, kalau poto-poto yang ditampilkan JPU itu bukanlah penjara atau ruang tahanan mewah melainkan adalah ruang konseling dan psikologi bagi para tahanan.

“Kapolda sudah ngomong, poto-poto itu bukan sel tahanan mewah tetapi ruang konseling,” tegas Otto.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan juga sudah membeberkan kebohongan-kebohongan atau fitnah yang disampaikan JPU.

“Mengenai foto-foto yang diperlihatkan Jaksa, itu tidak benar ruang tahanan Jessica. Itu ruang konsul psikologi. Bukan ruang tahanan,” tegas Mochamad Iriawan di kantornya.

Diberitakan sebelumnya, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melani didalam persidangan dalam pembacaan replik menyebutkan bahwa ruang tahanan Jessica sangat mewah.

“Perlu diketahui bahwa ruangan itu diminta sendiri oleh terdakwa karena tidak ingin disatukan oleh tahanan lainnya. Ruangan itu terbilang mewah untuk kasus terdakwa saat itu,” ujar Meilani. (Jenri Sitorus)

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY