Kasus Sengketa Tanah di Banten Didominasi Kekerasan yang Dilakukan Anggota Kepolisian

Kasus Sengketa Tanah di Banten Didominasi Kekerasan yang Dilakukan Anggota Kepolisian

285
0
SHARE
HARIAN WARTA NASIONAL

SERANG, (WN) – Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan bahwa kasus pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah Provinsi Banten didominasi oleh kasus kekerasan yang dilakukan oleh anggota kepolisian dan sengketa tanah.

“Komnas HAM menerima pengaduan tidak lebih dari 50 pengaduan setiap tahunnya. Rata-rata kasusnya berupa kekerasan yang dilakukan anggota kepolisian dan sengketa tanah seperti pemekaran wilayah di sejumlah daerah yang seringkali menyisakan saling klaim tanah antara masyarakat dan pihak lain,” ujar Kepala Bagian Pengaduan Komnas HAM, Rima Pramasalim, saat menggelar Posko Pengaduan Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa.

Menurut Rima jumlah pengaduan bisa saja lebih tinggi, jika masyarakat memiliki keberanian untuk melaporkannya. Rima mengaku, masyarakat masih dihantui trauma masa lalu khsusnya saat rezim orde baru, di mana ketika mereka mulai bersuara, maka mereka khawatir akan diciduk atau ditangkap.

“Masyarakat mungkin lebih memilih diam ketika mereka menghadapi kasus pelanggaran HAM, baik itu yang menimpa diri mereka sendiri maupun kerabat. Masyarakat mungkin mengharapkan, aktivislah yang bisa bergerak untuk menyelesaikan kasus tersebut,” ujarnya.
Karena itu, kata Rima, masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai hak-hak mereka. “Masyarakat harus diberikan pengetahuan mengenai hak, sehingga mereka bisa memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka,”ujarnya.

Rima mengungkapkan, berdasarkan data catatan Komnas HAM selama tahun 2013 lalu, ada sekitar 5.600 berkas pengaduan yang diterima Komnas HAM. Dari total kasus tersebut, 20 sampai 25 persen diantarnya adalah pelanggaran yang dilakukan oleh petugas kepolisian.

Hal ini lantaran, sejak era reformasi banyak tugas TNI yang dilimpahkan kepada polisi, sehingga ruang kerja polisi yang berhubungan langsung dengan masyarakat lebih banyak

“Sehingga kami melihat lebih mudah terjadi gesekan antara pihak kepolisian dan masyarakat. Namun pihak kepolisian pulalah yang paling responsif dalam menanggapi kasus pelanggaran HAM yang terjadi di instansinya. Selain itu, kasus sengketa tanah pun menjadi kasus yang cukup dominan terjadi di tengah maayarakat,” ujarnya. (tim)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY