Kasus Jessica Catatan Sejarah di Era Jokowi Buruknya Hukum

Kasus Jessica Catatan Sejarah di Era Jokowi Buruknya Hukum

1830
0
SHARE
Palu Hakim
Palu Hakim

Jakarta, (WN) – Presiden Joko Widodo nilai telah gagal melakukan repormasi hukum di Indonesia. Terbukti dari putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mempertontonkan ketidakadilan terhadap Jessica Kumala Wongso.

“Kekecewa atas putusan majelis Hakim terhadap vonis penjara 20 tahun kepada Jessica susah untuk dilupakan warga masyarakat. Itu akan menjadi catatan sejarah buruknya penegakan hukum di era pemerintahan Joko Widodo,” ujar ketua LP-Tipikor, Jonathan kepada Harian Warta Nasional, Sabtu (29/10/2016).

Kata Joathan, rakyat akan selalu mengingat kasus Jessica itu kalau di dalam kasus ini yang dipertontonkan secara live di sejumlah televisi nasional adalah menghukum orang tanpa ada bukti. Hakim kita ternyata punya mata tetapi menghukum orang memakai opini. Berarti hakim kita matanya masih buta, ujarnya.

“Dengan tidak merasa bersalah, para hakim itu mempertontonkan kekuasaannya dan keangkuhannya kepada kita semua. Dengan muka garang didepan layar televisi, seakan-akan mengatakan “Lihat ini Jessica saya perlakukan tidak adil”, ujarnya.

Kalau untuk Jessica  diperlakukan ketidakadilan, untuk rakyat yang lainnya pasti akan mengalami hal yang sama. Selama para hakim busuk itu tidak disingkirkan maka akan muncul Jessica Jessica berikutnya”, ujarnya.

Di negara kita ini susah untuk mencari keadilan, karena keadilan itu milik penguasa. Selama hukum masih mati maka institusi penegak hukum tidak memberikan hak-hak bagi warga negara, termasuk rasa aman kepada seluruh warga Indonesia, tambahnya.

Penasehat Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan mengatakan, kami sebagai pengacara merasa prihatian dan kecewa atas keputusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Mereka sedikit tidak mempertimbangkan atas saksi ahli dan bukti-bukti yang kita hadirkan di persidangan. Hakim memutuskan sangat tidak adil dan berpihak terhadap pihak Wayan Mirna Salihin,” ujar Otto.

Kata Otto, karena matinya supremasi hukum di persidangan ini, maka tim pengacara akan melakukan banding. “Kami akan terus memperjuangkan keadilan untuk Jessica,” ujarnya.

Hal yang sama juga dibenarkan oleh Jessica Kumala Wongso. Menurut Jessica, dia tidak terima atas putusan ini, karena keputusan ini sangat tidak adil dan berpihak, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menolak semua pledoi dari pihak pengacara Jessica Otto Hasibuan.

Hakim Anggota Binsar Gultom mengatakan bahwa di persidangan saya melihat tangisan jessica itu hanya sandiwara.

Saya melihat saat Jessica menangis terisak tidak ada sedikitpun air mata yang terlihat. Bahkan, Ingus dari lubang hidung tidak keluar menetes ke bahunya. Karena dia tidak memegang tisu atau sapu tangan, ujar Binsar. (Hermanto/Wilson)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY