Karangan Bunga Dibakar Mencoreng Buruh, Politisi PKS Senang

Karangan Bunga Dibakar Mencoreng Buruh, Politisi PKS Senang

848
0
SHARE
Peringatan hari buruh se-dunia (May Day) yang diwarnai pembakaran Karangan Bunga untuk Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wagub DKI, Djarot Syaiful Hidayat, Senin (1/4/2017)
Peringatan hari buruh se-dunia (May Day) yang diwarnai pembakaran Karangan Bunga untuk Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wagub DKI, Djarot Syaiful Hidayat, Senin (1/4/2017)

Jakarta, (WN) – Peringatan hari buruh se-dunia (May Day) yang diwarnai pembakaran Karangan Bunga untuk Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wagub DKI, Djarot Syaiful Hidayat menyisakan kebahagian bagi politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebaliknya sejumlah organisasi buruh merasa perjuangan mereka telah dilukai oleh provokator yang menyusup dengan mencoreng nama buruh di mata masyarakat. Mereka pun sangat mengutuk ulah buruh tersebut.

Informasi Harian Warta Nasional menyebutkan, Anggota Komisi III DPR RI dari PKS Muhammad Nasir Djamil terlihat senang sambil mengacungkan jempolnya.

“Jempol untuk buruh yang berinisiatif membakar papan bunga buat Ahok-Djarot,” ujar Muhammad Nasir Djamil, Selasa (16/4/2017).

Sedangkan Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar sangat kecewa atas ulah oknum pimpinan buruh dari kader PKS.

“Kami buruh sangat mengutuk tindakan yang merusak citra buruh di masyarakat. Mereka mencoreng nilai-nilai baik gerakan buruh,” ujar Timboel.

Menurut Timboel, bagaimana buruh bisa diterima di masyarakat sedangkan tindakan-tindakannya sangat tidak terpuji. Yang ada masyarakat dan pemerintah akan semakin membenci buruh bukan iba yang didapat.

BURUH DIMAKI-MAKI DI DUNIA MAYA

Berita kasus pembakaran Karangan Bunga untuk Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wagub DKI, Djarot Syaiful Hidayat menyebar di dunia maya seperti Facebook dan Twitter.

Para Netizen sangat menyesalkan ulah para oknum buruh yang melakukan pembakaran dan meminta agar polisi segera mengusut para pelakunya.

“Kami melakukan pekerjaan yang halal di Perusahaan dengan setiap tetes keringat kami bukan dari hasil partai politik (Parpol). Perjuangan kami di May Day untuk minta kesejahteraan telah dicoreng para buruh di Monas,” ujar Yanti (25) yang mengaku buruh di akun Facebooknya.

Sedangkan Putri (30) mengatakan kami sangat sakit hati dengan kata-kata masyarakat yang menghina buruh atas ulah segelintir buruh di Monas. Tahukah bapak bahwa kami ini pekerja bukan politikus. Kami mempunyai mendapatkan nama baik jangan di hina,” ujarnya. (Hermanto)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY