Kapolda Membeberkan “Fitnah” dari JPU Soal foto Sel Jessica

Kapolda Membeberkan “Fitnah” dari JPU Soal foto Sel Jessica

11391
0
SHARE
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membongkar kebohongan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait Sel Jessica
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membongkar kebohongan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait Sel Jessica

Jakarta, (WN) – Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membeberkan kebohongan-kebohongan atau fitnah yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang Jessica Kumala Wongso atas kematian Wayan Mirna Salihin.

Kapolda dengan tegas membantah semua apa yang telah disampaikan JPU disidang pembacaan Replik yang menayangkan langsung foto-foto ruang tahanan terdakwa Jessica yang dinilai cukup mewah.

“Mengenai foto-foto yang diperlihatkan Jaksa, itu tidak benar ruang tahanan Jessica. Itu ruang konsul psikologi. Bukan ruang tahanan,” tegas Mochamad Iriawan di kantornya, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Sebelumnya, pihak Jaksa menuduh kalau Jessica telah berbohong atas ruang tahanannya yang sempit. Sekarang berbalik pihak JPU yang terbongkar telah melakukan kebohongan atas pengakuan Kapolda yang membenarkan bahwa foto-foto milik JPU adalah bohong besar atau fitnah.

Artinya, apa yang disampaikan Jessica yang menceritakan pengalaman pahitnya diperlakukan tidak manusiawi di dalam ruang tahanan Polda Metro Jaya sangat benar.

Di dalam ruangan yang berukuran 1,5×2 meter dengan cuma ada lubang ukuran satu muka, Jessica membenarkan sangat tersiksa.

Di situ cuma ada saya, satu kain, celana pendek. Ada kecoak, kalajengking, lampu yang terang enggak bisa dimatiin. Penjaganya bilang.

“Kamu belum boleh dikunjungi sampai Senin, itu Sabtu malam. Kamar mandi juga mengenaskan, kotor, bau,” ujar Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang sudah diberitakan Harian Warta Nasional sebelumnya,

Selain itu, Jessica mengaku pernah dihipnoterapi di sebuah ruangan di Polda Metro Jaya tanpa kehadiran seorang pun pengacaranya.

Karena tidak awas dengan keadaan sekeliling, Jessica mengaku tidak tahu berapa lama dirinya dihipnoterapi di ruangan tersebut. “Saat itu saya tidak sadar dan seperti tidur saja,” ujar Jessica sambil menangis saat mengingat penderitaannya selama ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Jessica juga membeberkan kalau Krishna Murti (Mantan Direktus Reserse Umum Polda Metro Jaya) mempertaruhkan jabatannya agar bisa menetapkan Jessica sebagai tersangka pembunuhan.

“Saya di datangi Krishna, dia bilang saya turun ke tahanan sudah jatuhin harga diri saya. Pak Krishna juga bilang, saya tanda tangani surat penahanan kamu, bismilah dan berdoa, saya mempertaruhkan jabatan saya demi Allah,” ujar Jessica.

Selain itu, kata Jessica, dirinya pun di paksa oleh Krishna Murti untuk mengaku. “Dia juga ngomong ke saya, mendingan kamu ngaku. Kalau ngaku, kamu nggak bakal dihukum mati. Paling 7 tahun itu juga belum dipotong-potong masa tahanan. Lagian pengacara kamu juga sudah nyerah katanya kan nggak dibayar juga karena sepupu kamu,” ujar Jessica.

Sementara di dalam Persidangan, Jessica juga membeberkan kalau Krishna Murti mempertaruhkan jabatannya agar bisa menetapkan Jessica sebagai tersangka pembunuhan.

“Saya di datangi Krishna, dia bilang saya turun ke tahanan sudah jatuhin harga diri saya. Pak Krishna juga bilang, saya tanda tangani surat penahanan kamu, bismilah dan berdoa, saya mempertaruhkan jabatan saya demi Allah,” ujar Jessica.

Selain itu, kata Jessica, dirinya pun di paksa oleh Krishna Murti untuk mengaku. “Dia juga ngomong ke saya, mendingan kamu ngaku. Kalau ngaku, kamu nggak bakal dihukum mati. Paling 7 tahun itu juga belum dipotong-potong masa tahanan. Lagian pengacara kamu juga sudah nyerah katanya kan nggak dibayar juga karena sepupu kamu,” ujar Jessica.

Kata Jessica, Krishna bercerita mengenai pengalaman kerja di PBB, menangani teroris hingga kucing kesayangannya.

Lalu dia mulai bercerita, ganti pakai bahasa Inggris, dia bilang dulu saya kerja lama di PBB, lama tinggal di New York. Dia bilang kalau sebenarnya saya ini hatinya baik, punya kucing kesayangan saya di rumah.

Nih ada fotonya saya kasih lihat. Terus ada foto dia meluk kucingnya, nih ada 15 ribu likes. Itu di facebook. Lalu dia bilang saya baru nembak mati teroris. Saya dengarkan saja,” tutur Jessica. (Rekson Hermanto)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY