Kampanye Hitam Tak Pengaruhi Elektabilitas PAUS di Pilkada

Kampanye Hitam Tak Pengaruhi Elektabilitas PAUS di Pilkada

1036
0
SHARE
Pasangan PAUS disambut Ibu-ibu dengan tarian Salam 2 Jari
Pasangan PAUS disambut Ibu-ibu dengan tarian Salam 2 Jari

Tapteng, (WN) – Menjelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 15 Februari 2017, berbagai kampanye hitam atau black campaign mulai muncul menyerang pasangan calon Bupati Pastor Rantinus Manalu dan Ustad Sodikin Lubis disingkat PAUS.

Kampanye hitam sebagai serangan kepada kandidat dengan menyebarkan isu-isu yang tak benar atau hoax.

Namun kampanye hitam tersebut tidak mempengaruhi elektabilitas PAUS di mata masyarakat. Malahan, sejumlah warga Desa Sijambu Jambu, Kecamatan Sorkam yang mendengar kampanye hitam itu di kedai dan lapo-lapo memilih melaporkannya atau mengadukan langsung kepada PAUS.

Kampanye hitam yang dilaporkan warga mulai dari statusnya sebagai Imam hingga nanti kalau seandainya terpilih jadi Bupati dan soal isu hoax tidak ada DPRD yang mendukung PAUS maka kalau nanti terpilihpun jadi Bupati tidak mungkinlah ada pembangian.

Namun seperti yang kita kenal, calon Bupati Pastor Rantinus Manalu adalah seorang yang berkepribadian tangguh. Tidak ada tekanan apapun yg bisa menciutkan nyalinya. Bagaimana PAUS menanggapi kampanye hitam ini ?

Pastor Rantinus mengatakan berarti kampanye PAUS mengarahkan dan mengajak orang untuk berjuang ke arah perubahan sudah berhasil menembus ke pihak paslon lain.

“Tidak usah terlalu bereaksi apalagi tidak diketahui pokok persoalan. Biasanya, pelaku kampanye hitam biasanya orang yang mau memanfaatkan kebodohan orang untuk mengambil keuntungan, agar calonnya dipilih orang lain. Tapi dari cara, mereka sudah memperkenalkan siapa mereka, sesungguhnya orang yang tidak bermoral,” ujar Rantinus, Selasa (17/1/2017).

Menurut Rantinus, karena itu kandidat dukungan Partainya nggak perlu dipilih. Karena orang-orang seperti inilah yg akan dipakai oleh kandidat dukungannya kalau nanti menjabat, seperti biasa, oknum-oknum kader partai pendukung akan banyak meminta jatah proyek. Mereka juga telah banyak merusak perpolitikan di Indonesia ini, papar Rantinus.

Para pendukung PAUS jangan terlalu cepat terseret oleh informasi sesat dan jangan lesu karena kampanye hitam. Kebenaran akan muncul tepat pada waktunya, tanpa pembelaan manusia. (Rekson Pasaribu)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY