Jessica Bukan Pembunuh Mirna ?

Jessica Bukan Pembunuh Mirna ?

1496
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Jessica Kumala Wongso dinilai bukanlah pelaku pembunuh Wayan Mirna Salihin sesuai barang bukti ditemukan 0,2 miligram sianida di lambungnya.

Sebab jumlah kandungan zat 0,2 miligram dalam tubuh itu masih dalam batas kewajaran atau tidak akan mengakibatkan orang meninggal.

“Orang normal, kalau kita periksa darah, hati, dan lambung, pasti ada sianida. Itu sebabnya Tuhan berikan enzim rodanase,” ucap ujar Ahli Patologi Forensik Djaja Surya Atmadja di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Selain itu, kata Djaja ditubuh Mirna juga tidak ditemukan 3 ciri khas dia terkena sianida. Seharusnya kalau Mirna keracunan sianida, maka ditubuh akan ditemukan warna kemerahan pada tubuh dan organ dalam, bau aroma kacang almond dan lambung bengkak, licin seperti sabun, dan warnanya merah. Namun temuan itu tidak ada, tegas Djaja.

Warna kemerahaan yang wajib ditemukan itu disebabkan oleh timbulnya oksihemoglobin (HbO2) dalam tubuh (organ). Warna merah itu tidak ditemukan malah yang temukan adalah warna biru hampir kehitaman pada bibir dan ujung kuku Mirna, ujarnya.

Bahkan bau aroma kacang almond dan warna lambung yang berubah menjadi merah pekat dan membengkak. Itupun tidak ditemukan dalam tubuh Mirna, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, saksi ahli patologi forensik asal Australia, Profesor Beng Beng Ong telah membuktikan bahwa kematian Mirna bukan karena zat sianida.

“Kematian tersebut dapat saja bersifat alami, bukan karena sianida,” kata Beng di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016).

Selain itu, tubuh Mirna tidak dilakukan ada proses otopsi penuh. Itu setelah sebelumnya penyidik ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) tidak melakukan otopsi dan hanya mengambil preparat sampel lambung Mirna untuk diperiksa.

Karena orangtua Mirna, Edi Darmawan Salihin tidak mengizinkan atau melarang dilakukan otopsi penuh. “Tidak ada otopsi tubuh Mirna, ujar Beng. (Wilson)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY