Jelang Pilkada, #MahasiswaLawanIsuSara Jadi Trending Topic

Jelang Pilkada, #MahasiswaLawanIsuSara Jadi Trending Topic

1346
0
SHARE
Mahasiswa Lawan Isu SARA
Mahasiswa Lawan Isu SARA

Jakarta, (WN) – Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 sudah menghitung hari, namun demikian  kampanye dengan menggunakan isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) di media sosial (medsos) masih berlangsung dan mengkhawatirkan.

Hal itulah yang membuat para netizen bersuara lantang di tagar #MahasiswaLawanIsuSara menjadi topik teratas (trending topic), yang dibahas di Twitter.

Tagar ini disuarakan oleh sekitar 583 user dengan 1283 tweet dan menjangkau 2.404.074 pembaca.

Menurut catatan @Trendinaliaid sehingga mampu memuncaki trending topic twitter Indonesia.

trending Komentar para netizen diantaranya bersuarakan, “Stop jadikan agama sbg alat untuk berkuasa. Krn itu namanya politik adu domba. Perilaku pecundang,” Seperti yang dicuitkan @PakarLogika, Rabu (8/2/2017).

Sedangkan @Irfan_Mawey menulis, yang tidak setuju tuntutan mahasiswa menolak isu SARA patut dipertanyakan itu nasionalismenya.

Sementara @c_takasowa menulis, kebencian bermuatan SARA itu dpt menghancurkan indonesia ayoo dukung mahasiswa utk turut menjaga keutuhan NKRI.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira mengatakan Isu SARA lebih mengedepankan emosi dan sentimen sosial. Bila dikelola secara efektif bisa menjadi senjata efektif dan mampu membolak-balikan rasionalitas publik.

“Biasanya Isu SARA di perhelatan Pilkada, untuk mengimbangi dan memenangkan pertarungan biasanya menggunakan isu SARA,” ujar Andreas.

NASIONALISME TERGANGGU

Akibat isu SARA yang terus merebak di dunia maya, nasionalisme bangsa akan terganggu apabila isu SARA dibiarkan tumbuh berkembang di medsos.

Jangan sampai pilkada menyeret isu SARA yang dapat meruntuhkan eksistensi bangsa.  Kita harus memandang dan melihat kontestasi pilkada sebagai bagian kecil dari upaya membangun bangsa ini.

Sehingga, cara-cara menebarkan kebencian lewat isu SARA akan menjadi sesuatu yang sangat merugikan dan mempertaruhkan eksistensi bangsa.

Meminta agar kandidat dan para pendukungnya serta masyarakat secara luas untuk menghindari dan menghentikan penyebaran kebencian atas dasar SARA demi bangsa ini.

Situasi politik yang panas menjelang Pilkada dikhawatirkan dapat  dimanfaatkan kelompok-kelompok radikal untuk mempengaruhi pikiran pengguna dunia maya agar ikut agenda perjuangan mereka.

Penebaran kebencian itu harus ditangkal karena bisa mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. (Hermanto)

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY