Jebak Wartawan Pakai Uang, Kebusukan Polres Tapteng Dibongkar

Jebak Wartawan Pakai Uang, Kebusukan Polres Tapteng Dibongkar

2040
0
SHARE

Tapteng, (WN) – Penangkapan seorang wartawan terbitan Sibolga Insial BEL oleh Petugas Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berbuntut panjang.

Ketua PWI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sarmin Harahap menyebutkan bahwa penangkapan petugas kepolisian terhadap wartawan itu berbau diskriminalisasi yang disegaja untuk menjebak wartawan.

“Selama AKBP Hari Setyo Budi SIk masih menjadi Kapolres Tapteng, kami akan semakin giat membongkar kebusukan para aparat kepolisian yang telah memperburuk citra Pers. Kita sudah diserang, masa kita diam saja,” ujar salah seorang wartawan inisial RH kepada Harian Warta Nasional, Minggu (17/9/2017).

Informasi Harian Warta Nasional menyebutkan penangkapan polisi terhadap wartawan adalah settingan. Wartawan telah dijebak yang melibatkan pejabat di Tapteng dengan melibatkan wartawan lainnya.

Skenario penjebakan itu berawal dari saat wartawan memberitakan temuannya atas dugaan korupsi Dinas Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga (KB KK).

Dimana saat itu, Kepala Dinas KB KK, Artha Siregar, dipanggil Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, untuk mengklarifikasi pemberitaan tersebut.

Karena merasa resah dengan pemberitaan tersebut, Kadis KB dan KK Tapteng, Artha Siregar, memanggil salah seorang kerabatnya yang juga wartawan.

Singkat cerita, wartawan BEL dipanggil untuk datang ke rumah Plt Kepala Dinas Pariwisata Tapteng, Nursyam. Wartawan BEL pun akhirnya memenuhi panggilan tersebut.

Di rumah tersebut ternyata sudah ada Artha, Nursyam dan Kabag Humas Tapteng, Agus Harianto.

Saat itulah wartawan BEL dijebak dengan uang oleh Kabag Humas Tapteng. Hingga wartawan BEL ditangkap polisi dan dijadikan tersangka, tanpa terlebih dahulu diperiksa sebagai saksi.

Dan hingga saat ini dilakukan penahanan terhadap Bambang dengan ancaman pasal 368 KUHPidana. Kapolres Tapteng, AKBP Hari Setyo Budi SIk, belum bisa dikonfirmasi. (Hermanto)

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY