Janji Calon Kapolri Tuntaskan Kasus Abraham dan Bambang

Janji Calon Kapolri Tuntaskan Kasus Abraham dan Bambang

90
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Keduanya telah diberhentikan sementara oleh Presiden Joko Widodo.

Calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti berjanji akan menyelesaikan perselisihan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri, termasuk status hukum yang menimpa Abraham dan Bambang, setelah dilantik menjadi Kepala Polri. Dirinya akan berkomunikasi dengan pimpinan KPK yang baru.

“Kami akan bicarakan dengan pimpinan KPK yang baru, bagaimana penyelesaian yang baik, tidak melanggar hukum dan mungkin penyelesaian win-win solution. Kita duduk bersama, kita bicara agar bagaimana ini diselesaikan,” kata Badrodin Haiti, Rabu (18/2).

Sebagai orang nomor satu di tubuh Polri, dirinya akan mengusahakan percepatan penyelesaikan perselisihan antara KPK dengan Polri. Kedua lembaga institusi penegak hukum itu, kata Badrodin Haiti, harus bersinergi dalam menjalankan tugas.

Perselisihan antara KPK dengan Polri apabila berlarut maka akan berdampak pada sektor lain seperti ekonomi. “Saya akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pimpinan KPK baru agar persoalan antara KPK dan Polri selesai. Saya harus berkomunikasi dan berkoorinasi dengan pimpinan KPK baru sehingga ada langka pasti,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kepolisian Republik Indonesia telah menetapkan status tersangka kepada Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam kasus dugaan mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam sengketa pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, di Mahkamah Konstitusi tahun 2010.

Kemudian Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulselbar telah menetapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen.

Sebelumnya Busyro Muqqodas pensiun pada Desember 2014 lalu. Meski mengikuti fit and porper test di Komisi III DPR, nasib Busyro tidak jelas, apakah lolos atau sebaliknya.

Kemudian Presiden Joko Widodo menonaktifkan Abraham dan Bambang. Selanjutnya Presiden Joko Widodo menunjuk Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji, dan Johan Budi SP sebagai pengganti pimpinan KPK yang kosong. Ketiganya akan bersinergi dengan pimpinan KPK lainnya yaitu Zulkarnain dan Andan Pandu Praja. (RS)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY