Jakarta Kembali ke Masa Premanisme dan Hunian Kumuh

Jakarta Kembali ke Masa Premanisme dan Hunian Kumuh

8303
0
SHARE
Hunian Kumuh di DKI Jakarta
Hunian Kumuh di DKI Jakarta

Jakarta, (WN) – Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta 2017 (Pilgub Jakarta 2017 atau Pilgub DKI 2017) telah selesai dilakukan.

Hasil hitungan cepat, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) keluar sebagai pemenang melawan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

Belum genap dua pekan atau dua minggu pilkada berlalu, wajah Ibu Kota DKI Jakarta langsung berubah drastis ke masa premanisme dan hunian kumuh (rumah kumuh).

Janji Anies-Sandi semasa kampanye tidak menggusur ternyata menjadi pegangan sebagian warga Ibu Kota untuk bertindak di luar aturan.

Kekalahan Ahok-Djarot langsung dimanfaatkan, sejumlah preman untuk menguasai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo,

Preman yang menguasai perparkiran RPTA Kalijodo dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut disebut-sebut adalah pendukung Anies-Sandi dari group Daeng Aziz dan Daeng Jamal.

“Kita akan kembali ke parkiran, Anies-Sandi saja tidak melarang,” ujar salah seorang tukang parkir yang ditemui wartawan, Sabtu (29/4/2017).

Kalijodo bekas tempat prostitusi yang disulap Ahok menjadi tempat rekreasi yang bersih, rapi, indah, dan tertib itu kini dilaporkan sudah kembali terlihat tak terurus.

Saking banyaknya jumlah preman, Dishub DKI Jakarta mengaku kekurangan personel untuk menjaga di lokasi Kalijodo.

Akibat ulah preman, banyaknya pedagang liar terus berdatangan ke Kalijodo, membuat taman seluas lebih dari 2 hektare itu langsung penuh sampah, kumuh, dan jorok tak sedap dipandang mata.

PERPARKIRAN KALIJODO
PERPARKIRAN KALIJODO

HUNIAN KUMUH LIAR DIBANGUN LAGI

Rumah kumuh dan bedeng kembali bermunculan dibangun warga Pasar Ikan dan Kampung Akuarium.

Sejumlah warga yang mengaku sebagai pendukung Anies-Sandi segaja membangun rumah kumuh sebagai bentuk perlawanan.

Padahal, bangunan liar tersebut sudah dilakukan pengusuran oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada bulan April tahun 2016 lalu.

“Kita warga disini membangun rumah karena tidak akan digusur. Gubernur (terpilih) Anies sudah berjanji kepada kita kalau beliau tak akan mengusur. Dalam kampanyenya semua orang mendengar,” ujar Hariyanto (45) salah satu warga, Sabtu (29/4/2017).

Sedangkan Camat Penjaringan Mohammad Andri membenarkan warga disana akan melawan jika ditertibkan Pemerintah. Alasan mereka karena pasangan Anies-Sandi sudah janji.

“Saya sudah dapat informasi bangunan di tempat itu sudah mencapai 90 bangunan liar, ada yang semi permanen,” ujar Mohammad Andri.

Akibat ulah preman, jika warga hendak melintas di daerah pasar Ikan dan Kampung Akuarius terlihat sebagian jalan sudah semakin sempit atau layaknya sebuah gang sempit yang diapit sejumlah rumah.

Puluhan bangunan terbuat dari tripleks terlihat telah berdiri. Ada pula bangunan permanen yang terbuat dari bata putih serta tenda besar berwarna hijau gelap. Walaupun diancam banjir, mereka tidak takut. (Edward/Hermanto) Hunian Kumuh Pasar Ikan

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY