Izin Megaproyek Summarecon Gedebage Illegal Terancam Disegel

Izin Megaproyek Summarecon Gedebage Illegal Terancam Disegel

390
0
SHARE

BANDUNG, (WN) – Megaproyek perumahan elite, PT Summarecon Agung Tbk, di kawasan Gedebage, Bandung, Jawa Barat seluas 300 hektar dikerjakan secara illegal karena belum mengantongi izin dari Pemerintah Kota Bandung. Akibatnya, Bidang Pengendalian dan Pengawasan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung langsung mengeluarkan Surat Peringatan tahap satu (SP-1) disusul Surat Peringatan tahap dua (SP-II).

Iwa Koswara, selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung mengaku telah melayangkan SP-1 dan disusul SP-II. “PT Summarecon telah berjanji akan menghentikan megaproyek itu, tetapi sampai sekarang pembangunan belum dihentikan (jalan terus). Jika Summarecon masih melanjutkan proyek pembangunannya lebih dari tujuh hari, maka Pemkot Bandung akan melakukan penyegelan, “tegas Iwa kepada sejumlah wartawan.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan, semua pihak, harus mentaati aturan yang ada termasuk PT Summarecon Agung Tbk. “Jika belum ada izin harus dihentikan pembangunannya, termasuk pelanggaran menebang pohon kalau tak sesuai prosedur harus ada sanksi,” ujar Emil panggilan Ridwan Kamil di Balai Kota, Rabu (18/03/2015).

Emil menambahkan, semua pembangunan harus cepat tapi tetap harus mentaati aturan dan menempuh izin. Dia meminta masyarakat jangan menilai bahwa Bandung Technopolis itu Kota Summarecon Bandung. “Bandung Technopolis itu tidak sama dengan Kota Summarecon Bandung tapi Kota Summarecon Bandung hanya bagian dari proyek Bandung Technopolis,” tegas Emil.

Menurut Emil, Bandung Technopolis dikuasai 6 pemilik lahan yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, PT Multidaya Kharisma, PT Batununggal Indah, Provident Development, dan PT Summarecon Agung Tbk. “Summarecon memang paling besar dan mendominasi lahan Gedebage lebih dari 300 hektar,” tandas Emil.

Saat ini, di dalam kawasan pengembangan Kota Summarecon Bandung, sudah dibangun tiga unit rumah contoh, dan satu kantor pemasaran. Namun, itu pun menurut Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pempot Bandung, Iwa Koswara, tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Hasil pantuan wartawan, PT Summarecon di kawasan Gedebage, Bandung telah membangun beberapa unit dan kantor pemasaran tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Rencananya, PT Summarecon akan membangun sekitar 3.000 unit dengan kisaran harga Rp 1, 5 miliar hingga Rp 4 miliar perunit. (sitorus)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY