Ilegal Loging PTP Nusantara 14 Manado Diadukan ke Polisi

Ilegal Loging PTP Nusantara 14 Manado Diadukan ke Polisi

127
0
SHARE

MINUT, (WN) – Sudah ribuan kubik kayu kelapa hasil illegal loging yang ada di kawasan perkebunan Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara diolah oleh pihak PTP Nusantara 14 untuk dijual. Dengan modus, PTP Nusantara 14 mengeluarkan surat penebangan pohon kelapa produktif tertanggal 10 oktober 2014 Mira/Mar/X/2014.

Hasil penelusuran Harian Warta Nasional ditemukan adanya kayu hasil olahan dengan berbagai jenis ukuran mulai dari ukuran tebal 6 cm lebar 12 cm panjang mencapai 4-5 meter. Selain itu masih ada lagi yang berukuran lebar 6 cm lebar 16 dan panjang 3 meter. yang siap jual.

Kayu hasil olahan tersebut selanjutnya di bawah menggunakan truk pengangkut. Yang mana kayu kelapa dengan aneka ukuran dibawah ke Surabaya menggunakan kapal pengangkut untuk dijual kepada pengusaha kayu inisial MD. Rupanya kegiatan penebangan pohon kelapa yang sudah berlangsung cukup lama dilakukan itu baru tercium aparat kepolisian dan Kepala Desa Marinso, Gabriel Tamasengge.

Pihak Direksi Produksi PTPN 14, A.M Haris, yang berkantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan saat ditemui wartawan menutup-nutupi kasus illegal loging tersebut dengan mengatakan, kami tidak pernah menyuruh bawahan (pegawai) untuk melakukan penebangan pohon dikawasan tanah HGU, apalagi sampai menjual ungkapnya, u A.M Haris, mengelak kepada wartawan.

ADM PTPN 14, Richard Manuputi, yang berkantor di Manado Lewat Asistenya, Ahmad Djafar, mengatakan yang mana lahan HGU tersebut diakui sebelumnya adalah milik usaha dari PT Perkebunan XXVIII, setelah mendapat surat keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 9/HGU/BPN/90 tetang pemberian hak guna usaha dan berakhir kontrak tersebut pada tanggal 31 desember 2015.

Mendapat informasi tersebut, Kepala Desa (Hukum Tua) Desa Marinso, Gabriel Tamasengge, langsung mengerahkan masyarakat untuk melakukan pencegahan penebangan dan melaporkan hal tersebut ke kepolisan Polsek Likupang. Barang bukti ratusan Kubik Kayu Kelapa serta 3 unit truk pengangkut kayu diamankan pihak berwajib. Barang bukti kayu yang belum diangkut masih banyak terdapat dibeberapa lokasi. “Penebangan pohon kelapa yang dilakukan oleh PTN 14, juga tidak memiliki surat yang sah atas penebangan tersebut, “ ujar Gabriel.

Berdasarkan data Harian Warta Nasional, lahan tersebut dulunya berstatus tanah bekas hak erfpacht verponding yang bernomor 62 dan nomor 168 atas nama NV. Moluksche Handels Vennootschap. Namun anehnya pada tanggal 3 desember 1957 tanah tersebut dinyatakan telah dikuasai oleh negara setelah dikeluarkanya undang-undang nomor 86 pada tahun 1959 juncto serta peraturan pemerintah nomor 19 pada tahun 1958.

Luas tanah mencapai 1.539.68 Hektar yang terletak di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara telah dikuasai oleh PT Perkebunan XXVIII sejak tanggal 20 nopember 1969 dengan berdasarkan surat keputusan Gubernur , Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Utara pada tanggal 25 agustus 1969 bernomor 119/KPTS/1969 dan keputusan Menteri Pertanian tanggal 23 juni 1973 bernomor 303/KPTS/U/6/1973.

Ketua LSM LP-Tipikor Manado, Amir Pontoh, berharap pemerintah harus segerah menindak lanjuti persoalan penebangan pohon kelapa yang ada di Perkebunan Marinsow. “Masyarakat kecewa atas penebangan pohon kelapa yang dilakukan oleh PTPN 14 Manado, ujarnya. (KenFa / gabriel)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY