Hubungan Kepala BKD dan Kabag Kesra Memanas Berbuntut Somasi

Hubungan Kepala BKD dan Kabag Kesra Memanas Berbuntut Somasi

830
0
SHARE
Kantor Kepala BKD Purwakarta

Purwakarta, (WN) – Hubungan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemkab Purwarta Entin dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKP) Pemkab Purwakarta, Fajar Siddik semakin memanas atas sengketa hasil seleksi panitia dalam seleksi pejabat eselon dua yang baru-baru ini di selengarakan.

Buntutnya, Entin menempuh proses somasi kepada Fajar, namun tidak diindahkan hingga dilakukan somasi ke dua agar Fajar jangan diam saja dan mau menjelaskan alasan kenapa dirinya gagal.

Yang mana dalam seleksi tersebut dirinya juga ikut serta namun gagal dalam tiga besar sehingga tidak berhasil menduduki jabatan eselon II. Padahal dirinya mengaku sudah berusaha memenuhi semua persyaratan.

Alhasil sebaga wujud ketidakpuasaannya, Entin melayangkan surat somasi atas keberatannya itu langsung Kepada Kepala BKD Purwakarta, bahkan tak tanggung-tanggung surat somasi itu dilayangkan sampai dua kali.

Dirinya menilai pihak panitia seleksi tidak profesional di dalam menjalankan tugasnya, pasalnya dirinya merasa sudah memenuhi semua persyaratan administrasi.

“Kalau di katakan kurang, kurangnya dimana.? Berbicara track record (rekam jejak) Saya sudah 30 tahun mengabdi dan menjabat eselon III sudah diberbagai tempat dan terakhir di sini, Diklat PIM sudah, jadi tolong dong dijelaskan dimana kekurangan saya,” ujar Kabag Kesra Entin kepada Harian Warta Nasional, Rabu (28/92016).

Menurut Entin, kalau mau coba dibandingkan dengan mereka yang sudah lolos itu atau yang terpilih biar semuanya jelas, saya tidak bermaksud untuk membangkang ataupun membuat sensasi tetapi saya berbuat sesuai dengan hak saya, ujarnya.

Perlu juga di ketahui, kata Entin, yang saya somasi itu adalah panitia seleksi yang dalam hal ini pak fajar adalah ketuanya, jelas.

Sedangkan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKP) Purwakarta, Fajar Siddik membenarkan adanya somasi dari Kabag Kesra Pemkab Purwakarta terkait seleksi terhadap pejabat eselon II. “Kalau tidak salah sudah tiga kali dan kita sudah menjawabnya secara formil,” ujrnya.

Selanjutnya Fajar mengatakan jika hasil tes tersebut adalah hasil dari tim seleksi yang tim seleksi yang juga melibatkan tim dari beberapa universitas yang berbeda yang bersifat independen, sehingga tak dapat di intervensi.

“Semua itu adalah hasil tim seleksi, mereka itu independen dan tak bisa di intervensi, tiga diantaranya adalah dari universitas jadi tidak mungkin dapat di intervensi, jelasnya. (krist)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY