Harta Kekayaan Mantan Kadis Perkebunan Disita

Harta Kekayaan Mantan Kadis Perkebunan Disita

198
0
SHARE

RIAU, (WN) – Kejaksaan Tinggi Riau berencana memiskinkan mantan Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Provinsi Riau, Susilo, terkait pengembalian dana dugaan korupsi Program Pengentasan Kemiskanan dan Kekurangan Infrastruktur.“Sejumlah harta yang disita, diantaranya satu unit rumah dan tanah seluas  1800 meter persegi milik dan kami masih mencari harta lainnya, ” kata Kasi Penkum Kejati Riau, Mukhzan melalui siaran persnya.

Penyitaan rumah tersangka Susilo yang terletak di Purwodadi No.181 Kec. Tampan Pekanbaru dilakukan pada Kamis. Penyitaan berdasarkan Penetapan Pengadilan Tipikor Pekanbaru Nomor 53/Pen.Pid.Sus.TPK/2015/Pn.Pbr tanggal 7 April 2015 dan surat perintah penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Nomor 01/N.4/Fd.1/03/2015.

“Petugas memasang garis tanda penyitaan Kejaksaan RI di rumah dan tanah tersebut,” pungkasnya. Tersangka Susilo sendiri sudah ditahan pada Rabu lalu. Dia diduga telah melakukan tipikor pada program Pengentasan Kemiskinan dan Kekurangan Infrastruktur (K2I) yang merugikan keuangan negara sebesar kurang lebih Rp 28 Milyar.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan pada tahun 2006  sampai dengan 2010 telah menganggarkan dana untuk biaya perkembangan kebun kelapa sawit seluas 10.200 Ha, dengan anggaran sebesar, Rp. 217.348.071.221,-
Dimana dalam pelaksanaannya dipercayakan kepada PT GEP selaku rekanan pelaksana namun sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2008, progres fisik pekerjaan adalah 11,846 persen dengan jumlah lahan yang tertanam seluas 1.441 ha.

Namun, Pengguna Anggaran dalam hal ini adalah tersangka, tanpa meminta pertanggungjawaban terhadap uang muka yang sudah diterima oleh PT GEP Tahun 2006 dan 2007 sebesar Rp. 23.751.140.460, telah melakukan pembayaran uang muka tahun 2008, termen 1 dan termen 2 sebesar Rp. 38.881.489.806.- sehingga uang negara yang sudah diterima PT GEP adalah sebesar Rp. 62.632.630.266, dan terjadi  kelebihan bayar sebesar Rp. 36.885.577.749,16.-.

Bahwa Tahun 2009 walaupun belum ada kontrak, namun PT GEP tetap melanjutkan Pembangunan Kebun Sawit dan dengan digantinya Kepala Dinas Perkebunan Prov. Riau dari Tersangka kepada M. Yafiz, maka M. Yafiz tidak mau melanjutkan kontrak tahun 2009 sebelum adanya pemeriksaan oleh BPKP Perwakilan Provinsi. (Pranto)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY