Harga Karet Anjlok, Petani Menyimpan di Kolam Penampungan

Harga Karet Anjlok, Petani Menyimpan di Kolam Penampungan

890
0
SHARE

Tapteng, (WN) – Para petani karet di kaki gunung Bukit Barisan dan di bantaran sungai aek Sibundong, di Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara lebih memilih menimbun getah karetnya berton-ton di kolam-kolam penampungan pribadi ketimbang menjual ke pasar dan ke bandar karet.

Pola demikian ditempuh petani untuk menghindari kerugian karena harga karet terus anjlok di pasaran hingga mencapai Rp4000 perkilogram dari Rp6000 perkilogram.

“Tidak apa-apa kalau karet kita timbun dulu banyak selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pun di kolam ini itu tidak mempengaruhi kualitas karet. Nanti setelah harga sudah normal lagi baru akan kita jual ke pasar,” ujar Limbong warga Desa Simargarap, kepada Harian Warta Nasional, Jumat (16/9/2016).

Menurutnya, hanya petani yang berkebutuhan mendesak yang mau menjual karet ke pasar saat harga turun.

Sedangkan untuk para petani yang pintar, dia akan memilih menimbun karet di kolam penampungan dan mencari kegiatan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kita menyimpan karet berton-ton, itu sama saja dengan menyimpang uang di bank. Pada saat harga karet naik nanti, barulah kita jual semuanya dan disitulah baru kelihatan ada untungnya, ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Simamora, warga Aek Nadua. Sudah lebih 5 ton karetnya ditimbun ke kolam. Jumlah tersebut hasil sadapan bersama saudaranya selama setahun terakhir. Tiap kali habis disadap, karet langsung dibuat berupa bongkahan kecil sebelum dimasukkan ke kolam.

“Caranya, karet yang berbentuk batok kelapa disusun ke dalam karung, setelah penuh baru disimpan di kolam yang penuh air biar karet tetap segar dan prima”, ujar Simamora.

Pantauan Harian Warta Nasional, aksi penimbunan karet terjadi di semua desa di Kecamatan Pasaribu Tobing, yaitu Desa Makmur, Desa Pasaribu Tobing, Desa Sidaling, Desa Sipakpahi, Desa Suga-Suga (Hutagodang) dan Desa Suka Maju. (Rekson)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY