Harga Getah Karet Rp12 Ribu di Tapteng Belum Merata

Harga Getah Karet Rp12 Ribu di Tapteng Belum Merata

836
0
SHARE
Menjual Getah Karet
Menjual Getah Karet

Tapteng (WN) – Harga komoditas getah karet di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus membaik. Memasuki awal tahun 2017 ini, berkisar diharga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram (kg) tingkat petani.

Namun kenaikan harga jual getah karet di sejumlah Desa di Kecamatan Pasaribu Tobing yang merupakan daerah penghasil getah harganya belum merata dirasakan petani karet.

Yaitu, terjadi di Desa Aek Nadua, Makmur, Pasaribu Tobing, Sidaling, Simargarap, Suga-suga Hutagodang dan Desa Suka Maju yang berada di Kecamatan Pasaribu Tobing.

“Harga getah karet di Kecamatan Pasaribu tobing belum merata dan masih berpariasi, ada yang harga Rp10 ribu perkilogram hingga Rp 11 ribu.

Padahal, secara kualitas getah karet dari Kecamatan Pasaribu Tobing memang sangat bagus dengan menjaga kualitas karet yang dihasilkan dari pengunungan,” ujar T. Pasaribu (32), petani karet warga Kecamatan Pinang Sori, Rabu pagi (4/1/2017).

Menurut Pasaribu, perbedaan harga yang sangat berbeda-beda disebabkan ulah para Toke (tengkulak) yang memainkan harga. “Untuk di daerah kami di Pinang Sori sekarang 12 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Katanya, harga 12 ribu sudah lumayan, mudah-mudahan bisa terus bertahan dan naik lagi, hanya saja sekarang kan lebih sering hujan jadi getah tidak banyak dapat, katanya.

Sedangkan menurut salah seorang Toke Bermarga Limbong (50) warga Pinang Sori mengatakan, hampir di berbagai provinsi di pulau Sumatera harga getah karet sudah dikisaran Rp 12 ribu,seperti di Jambi, Sumsel dan Bengkulu.

“Sejak bukan Desember ini naiknya mulai 8 ribu sampai tembus 12 ribu, sebelumnya kadang 4 ribu atau 5 ribu, ujarnya. (Rekson)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY