Gubernur Dorong Sektor Pertanian Menuju Jambi Emas

Gubernur Dorong Sektor Pertanian Menuju Jambi Emas

159
0
SHARE

JAMBI, (WN) – Sektor pertanian menjadi salah satu andalan masyarakat Jambi dalam mengais rezeki. Tak sedikit masyarakat menggantungkan hidup dengan bercocok tanam, terbukti di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi terhampar luas sawah dan ladang petani.

Melihat banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor ini, Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) menempat kan sektor pertanian sebagai salah satu visi dan misinya dalam menuju Jambi Emas.

Gubernur Jambi HBA sangat berkeinginan sekali sektor pertanian menjadi andalan bagi masyarakat Provinsi Jambi, sehingga pendapatan masyarakat Jambi menjadi meningkat yang pada akhir nya menjadikan masyarakat khususnya petani di Provinsi Jambi Sejahtera.

Salah Satu potensi besar bidang pertanian dimiliki Jambi yakni pada sektor tanaman padi. Tercatat pada saat ini ada 153.243 hektar sawah yang menghampar luas di 11 kabupaten/kota se-provinsi.

Melihat hal ini, orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut mendorong bagaimana menjadikan sektor ini bisa bermanfa’at dan berpotensi besar bagi kehidupan petani. Minimal, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jambi.

Atas dasar itu, Gubernur terus mendorong peningkatan produksi beras. Yang awalnya hanya 1 kali panen dalam setahun di pikirkan Gubernur bisa 2-3 kali panen dalam setahun. Alhasil, sa’at ini target itu lambat laun mulai tercapai. Salah satunya petani di Kerinci, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabug Timur yang sudah bisa produksi hingga 3 kali dalam setahun.

Dinas Pertanian Provinsi Jambi mencatat, produktifitas padi di tahun 2013 telah mencapai angka 4.336 KW per Hektar, produksi nya sudah mencapai 664.553 ton dalam bentuk gabah kering atau menghasilkan beras sebanyak 374.860 ton pertahun. “Alhamdulillah satu masalah selesai, produksi beras sudah meningkat,”kata Gubernur.

Selesai satu masalah, namun bukan berarti tugas pemerintahan selesai. Usai meningkatkan produksi padi ini, yang di pikirkan Gubernur Jambi ini, yakni bagaimana beras ini memiliki harga jual dan bisa laku di pasaran. Gubernur pun memerintah kan Dinas Pertanian Provinsi Jambi mencari akar masalah nya.

Setelah di telusuri yakni kendala pada umumnya, produsen beras lokal Jambi belum berani melakukan branding dan labeling produksi beras yang mereka hasilkan,penyebabnya di karenakan tidak adanya perminta’an para pedagang. Masalah lainnya yakni rendah nya pengetahuan produsen beras lokal dalam upaya meningkat kan nilai tambah produk beras yang di hasilkan, baik itu masalah lebel, registrasi merek dan produk.

Selanjutnya, packaging dan lebeling yang ada sa’at ini belum sesuai ketentuan brand Jambi, varietas beras yang di kemas hingga nomor registrasi dan lain-lain. Selain itu, mutu beras yang dikemas belum memenuhi standar beras yang di perdagangkan. Berangkat dari masalah ini, Gubernur kemudian membuat gebrakan untuk memfasilitasi pendaftaran lebel/peckaging beras lokal jambi.

Kemudian Dinas Pertanian Provinsi Jambi di perintah kan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. Hasilnya 2010 lalu, Dinas Pertanian seluruh Kabupaten Kota berhasil memfasilitasi 13 beras lokal yang di kemas & di beri merek ,”Hingga sa’at ini sudah 11 merek beras jambi dipatenkan dan 2 merek sudah di proses pendaptaran hak Paten.”Jelas Gubernur H.Hasan Basri Agus. (AF)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY