Gedung SD di Depok Disulap Tempat Pernikahan, Murid Terlantar

Gedung SD di Depok Disulap Tempat Pernikahan, Murid Terlantar

817
0
SHARE
Resepsi pernikahan anak Pejabat Dinas Pendidikan di SDN Depok Baru 5, Jalan Gelatik Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas Depok
Resepsi pernikahan anak Pejabat Dinas Pendidikan di SDN Depok Baru 5, Jalan Gelatik Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas Depok

Depok, (WN) – Bangunan gedung sekolah mempunyai fungsi yang sangat penting digunakan sebagai prasarana pendidikan tempat bagi anak-anak untuk belajar dan tempat guru untuk mengajarkan anak-anak menjadi anak yang mampu memajukan bangsa.

Namun di Kota Depok malahan sebaliknya. Fasilitas milik negara berupa bangunan gedung sekolah itu malahan di peruntukkan untuk menjadi tempat-tempat resepsi pernikahan para pejabat Dinas Pendidikan Kota Depok.

Salah satunya terjadi pada gedung di SDN Depok Baru 5, Jalan Gelatik Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas Depok yang disulap menjadi tempat resepsi pernikahan putri seorang pejabat di Dinas Pendidikan kota Depok berinisial K.

Walaupun gedung SDN Depok Baru 5 di jadikan tempat resepsi berturut-turut selama dua hari, tidak ada tindakan dari pemerintah daerah tersebut atau dibiarkan begitu saja.

Akibat pembiaran itu, proses belajar menjadi terlantar.  Anak yang datang bersekolah ke SDN Depok Baru 5  disuruh harus pulang ke rumah pada pagi hari jam 09.00 WIB selama pesta pernikahan berlangsung.

“Pihak sekolah lebih mementingkan pesta pernikahan putri pejabat Dinas Pendidikan ketimbang mengajar anak-anak kami, itulah sebabnya kenapa anak-anak kami disuruh pulang duluan pada jam 09.00 WIB pagi agar pesta pernikahan tidak terganggu,” ujar Rahmat salah seorang orangtua murid yang ditanya Harian Warta Nasional, Minggu (18/9/2016).

Sedangkan salah satu orangtua siswa kelas 3, berinisial O (36) mengaku tidak terima karena urusan pribadi oknum pejabat tersebut kegiatan belajar mengajar siswa jadi terganggu.

“Mereka lebih mentingin urusan pribadi daripada pendidikan anak-anak. Apalagi nanti awal November siswa sudah mid smester atau UTS,” ujar O.

Yang lebih menjengkelkan, pihak sekolah tidak melakukan pemberitahuan formal kepada orangtua siswa terkait hajatan ini baik dari komite sekolah maupun dari pihak sekolah, ujarnya. (Edward)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY