Gara-gara Uang Nyawa Melayang, Pelakunya Diringkus Polsek Mariana

Gara-gara Uang Nyawa Melayang, Pelakunya Diringkus Polsek Mariana

504
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – Uang memang sumber masalah, gara-gara uang nyawa bisa melayang. Itulah yang menimpa Jepri alias Ijep yang tewas ditusuk pisau Garpu Iwan (25) setelah mereka duel maut di Mariana, Kabupaten Banyuasin kemarin, sekitar jam 13.00 WIB.

Hasil pantuan Harian Warta Nasional menyebutkan, Jepri tewas mengenaskan dengan besimbah dara terkena tusukan pisau di bagian leher, dada dan perut, itu setelah Jepri kalah dalam perkelahian maut melawan Iwan, dengan sama sama menggunakan pisau.

Jepri sempat dilarikan ke rumah sakit Bayuasin, namun nyawa tak tertolong lagi karena kehabisan darah. Sementara Iwan yang sempat melarikan diri, berhasil diringkus aparat kepolisian dari Polsek Mariana, yang dipimpin langsung Kapolsek AKP. Helmi.

Menurut Iwan yang diwawancarai Harian Warta Nasional di kantor Polsek Mariana mengaku telah menusuk Jepri hingga tewas. “ Awalnya saya ingin meminjam uang kepada Jepri, sampai kami bertengkar mulut. Entah kenapa dia (Jepri-red) tiba-tiba mencabut pisau dan menusuk bagian pantat saya yang kanan,” ujar Iwan sembari menunjukkan luka bekas tusukan.

Kata Iwan, saya tak terima ditusuk, saya langsung mencabut pisau dari balik baju untuk membalasnya. Kami pun berduel sama sama menggunakan pisau. Saat itulah saya menusuk leher, dada dan perut Jepri, ujar Iwan menceritakan kronologisnya kejadian.

Kapolsek Mariana AKP. Helmi kepada Harian Warta Nasional membenarkan adanya duel maut yang berujung pembunuhan tersebut. “Dari hasil olah TKP, kami langsung mengadakan lidik, setelah mendapatkan titik terang, maka saya bersama anggota langsung mengejar pelaku, (Iwan – red). Ternyata pelaku Iwan berada di rumah keluarganya di Palembang, ujar Kapolsek.

“Di rumah kelurganya pelaku itu, kami berhasil menangkap Iwan, serta kami mengamankan barang bukti (BB) diantaranya satu buah pisau Garpu dan mobil Jiip berwarna hitam milik Iwan yang digunakan saat melakukan pembunuhan”, ujar Helmi.

Iwan di jerat dengan Pasal 338,340 dan 351 KUHP, dengan ancaman di atas 15 tahun penjara karena menghilangkan nyawa seseorang. Iwan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut sudah dititipkan di tahanan Polres Banyuasin guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan, tegas Helmi. (Sup/Drl)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY