Dugaan Kasus Korupsi DAK Disdik Kota Medan Disoal

Dugaan Kasus Korupsi DAK Disdik Kota Medan Disoal

287
0
SHARE

MEDAN, (WN) – Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kota Medan terus dipersoalkan. Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Disdik Medan, Juliadi, mengklaim tidak pernah mengintervensi kepala sekolah untuk proyek DAK. Namun dia mengakui, hingga saat ini Inspektorat Pemko Medan masih melakukan audit proyek tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh Harian Warta Nasional, diduga pundi-pundi kekayaan pejabat di Disdik Medan kian bertambah. Timbul kecurigaan, mobil avanza baru yang dikendarai pejabat di Disdik Medan, diduga hasil penyimpangan DAK tersebut, dan beberapa orang kepala sekolah juga mendapat intervensi dari Abdul Johan.

Ketika wartawan mempertanyakan kepada Juliadi mengenai dugaan Mobil Avanza baru hasil dari penyimpangan DAK, Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Kota Medan menjawab, Kalau mobil itu memang baru saya beli, tidak adalah hasil dari proyek DAK, lebih baik langsung saja konfirmasi ke Kuasa Penguna Anggaran ( KPA ) nya Abdul Johan, tegas  Juliadi.

Sekolah penerima DAK 2014 berjumlah 73 sekolah terdiri dari SD dan SMP negeri maupun swasta menelan dana hingga Rp17 miliar lebih. Seharusnya di dalam Juknis harus dikerjakan swakelola, namun kenyataannya dikerjakan oleh rekanan yang sudah ditunjuk sebelumnya.

Rehabilitasi gedung sekolah tingkat SD dan SMP serta pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang berasal dari DAK dan pengadaan mobiler TA2014 hampir seluruhnya dikerjakan pihak ketiga yang sudah dikondisikan sebelumnya.

Sementara pihak sekolah penerima DAK mengaku tidak terlibat dalam pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

Diduga Soal pengadaan mobiler juga terindikasi korupsi. Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk tingkat SD senilai Rp24.243.000 dan untuk tingkat SMP sebesar Rp24.939.000, namun yang terealisasi hanya Rp8 juta hingga Rp9 juta per lokal.

Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Disdik Kota Medan, Juliadi, mengklaim tidak pernah mengintervensi kepala sekolah untuk proyek DAK. Namun dia mengakui, hingga saat ini Inspektorat Pemko Medan masih melakukan audit proyek tersebut.

“Gak ada itu semua, jika ada kepala sekolah ngomong gitu, bohong itu jangan dipercaya, saat ini Inspektorat masih mengaudit itu,” kata Juliadi.

Diduga mobil avanza baru hasil dari penyimpangan DAK, Juliadi yang juga Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Kota Medan itu membantahnya. Dia pun menyatakan, agar langsung saja mempertanyakan dugaan kasus korupsi DAK tersebut, kepada Kuasa Pengguna Anggaran Abdul Johan yang juga menjabat Kabid Program Disdik Kota Medan.

Sementara itu Abdul Johan yang dua pekan ini Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Disdik Kota Medan jarang masuk kantor, Juliadi juga mengatakan, mengklaim tidak pernah mengintervensi kepala sekolah untuk proyek DAK.

Namun dia mengakui, hingga saat ini Inspektorat Pemko Medan masih melakukan audit proyek tersebut, sering tidak berada di ruang kerjanya. Sejumlah sumber di lingkungan Disdik Kota Medan mengakui Abdul Johan memang kerap tidak masuk kantor belakangan ini. ( Silalahi/harry)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY