Donald Trump Membatasi 7 Negara Muslim ke Negeri Paman Sam

Donald Trump Membatasi 7 Negara Muslim ke Negeri Paman Sam

1440
0
SHARE
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Washington DC, (WN) – Perintah eksekutif (executive order) Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait imigrasi dan pengungsi memicu kekacauan, kebingungan, juga gelombang protes.

Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif, untuk menangguhkan seluruh penerimaan pengungsi dan sementara membatasi kedatangan dari tujuh negara mayorits Muslim.

Penangguhan 90 hari berlaku bagi setiap orang yang berasal dari tujuh negara mayoritas Muslim – Irak, Suriah, Iran, Libia, Somalia, Sudan, dan Yaman.

Presiden Trump mengatakan penangguhan terhadap program pengungsi dibutuhkan untuk memberikan waktu terhadap lembaga pemerintah untuk mengembangkan sistem pemeriksaan yang ketat dan memastikan bahwa visa tidak akan diterbitkan terhadap individu yang mengancam keamanan nasional.

Setelah Presiden Donald Trump menandatangani kebijakan mengenai Border Security and Immigration Enforcement Improvement pada Rabu 25 Januari 2017.

Pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia meminta perwakilannya di‎ Amerika Serikat mengaktifkan hotline 24 jam bagi warga negara Indonesia yang bermukim di negeri Paman Sam.

“Mengantisipasi dampak yang mungkin timbul dalam berbagai situasi, Kemenlu RI memastikan seluruh Perwakilan RI secara proaktif memberikan pelayanan,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/1/2017).

Sejumlah hotline 24 jam itu adalah ‎KBRI Washington DC +1 202-569-7996, KJRI Chicago: +1 312-547-9114, KJRI Houston: +1 346-932-7284, ‎KJRI Los Angeles: +1 213-590-8095, ‎KJRI New York: +1 347-806-9279, dan ‎KJRI San Francisco: +1 415-875-0793.‎

Sedangkan aksi menentang kebijakan imigrasi Donald Trump masih digelar hingga pada Minggu 29 Januari 2017 waktu setempat.

Demonstrasi menentang perintah eksekutif (executive order) Trump yang melarang masuknya warga dari tujuh negara muslim digelar di  Boston, Philadelphia, New York, Washington, Los Angeles, dan sejumlah kota lainnya. (Wilson)

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY