Dana Bangub “Ngadad” di 16 Kelurahan Kabupaten Banyuasin

Dana Bangub “Ngadad” di 16 Kelurahan Kabupaten Banyuasin

150
0
SHARE

SUMSEL, (WN) – Sebanyak 16 kelurahan di Kabupaten Banyuasin saat ini ibaratkan menanti hujan turun dari langit menantikan Pencairan Dana Bangub yang dicairkan melalui Provinsi Sumatra Selatan.

“Saya pun heran kenapa bisa seperti ini, bukan Bangub kelurahan di Banyuasin saja yang bicara seperti di Kabupaten Pagar Alampun sama seperti kita bangubnya belum juga dicairkan entah apa kendalanya, kita juga belum mengetahui persis, yang jelas waktu rapat Racor di Propinsi kemarin suda kita bahas namun belum juga ada hasil,” ujar Kepala Bandan BPMPD Banyuasin Amir Fauzi melalui Sekban Agus Tinus, (17/10) diruang kerjanya.

Menurutnya, sebenarnya kendalanya ada pada regkening P3N di kecamatan-kecamatan karena didalam poksinya regkening kecamatan itu tidak ada dana hiba untuk P3N, sedangkan didalam bangub ini ada dana untuk P3N. “Yang harus mencarikan solusinya itu pihak propinsi sebab dana ini terhambat cair karena terhalang dana hiba untuk P3N.

Sedangkan di dalam juknis bangub itu sendiri ada dana hiba untuk P3N, kenapa demikian kelurahan dan desa itu berbedah kalau desa itu memiliki regkening desa sendiri yang bangubnya suda di cairkan beberapa bulan yanglalu sedangkan untuk kelurahan di ibaratkan anak tiri yang regkeningnya harus mengindukan Kecamatan sehingga pencairanya melalui regkening kecamatan oleh sebab itulah dana bangub untuk kelurahan belum bisa di cairkan. karena nomer regkening P3N belum termasuk di regkening kecamatan”jelasnya.

Lurah di Kecamatan Banyuasin III yang memintah namanya agar di rahasiakan bahwa dirinya sudah kewalahan menampung pertanyaan baik dari prangkat Desa, PKK dan P3N yang selalu mempertanyakan kapan pencairan dana bangub tersebut.

“Saya harus membuat alasan apa lagi dengan perangkat maupun PPK yang hampir setiap hari mempertanyakan pencairan bangub,yang saya takukan nanti saya yang di tudu memakan uang tersebut padahal dana tersebut memang belum cair, “cetusnya.

Dilanjutkannya ia berharap agar pemerintah terkait dapat segerah mencarikan solusinya terhadap permasalahan bangub ini. “Harapan kami agar bangub ini dapat segerah dicairkan, selain
penunjang oprasional pemerintahan juga menghindari pitnah negatif terhadap kami selaku lurah. (Efri)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY