Cuekin Ide “Gila” Bupati Meliburkan Pelajar SD Ikut Orangtua Bekerja

Cuekin Ide “Gila” Bupati Meliburkan Pelajar SD Ikut Orangtua Bekerja

1121
0
SHARE

Purwakarta, (WN) – Dipenghujung satu tahun lagi berakhirnya masa jabatan Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta telah memunculkan ide-ide “gila”.

Setelah membolehkan siswa-siswa untuk tidur siang di sekolah. Kali ini Dedi Mulyadi kembali membuat para orangtua murid menderita atas program libur khusus pelajar pada hari Selasa untuk ikut orangtua bekerja.

“Pemulangan siswa yang secara mendadak oleh pihak sekolah, kami sangat dirugikan sekali oleh Bupati Dedi Mulyadi. Kami sudah mempersiapkan segala keperluan anak untuk di berangkat sekolah mulai dari jam jam 5 subuh, tiba tiba anak disuruh pulang ke rumah,” ujar Budi orangtua pelajar SD kepada Harian Warta Nasional, Selasa (29/11/2016).

Itu bupati sudah sangat keterlaluan. Coba bayangkan, kita repot mempersiapkan segala kebutuhan anak agar bisa memberangkatkan sampai ke sekolah. Begitu sampai di sekolah tiba-tiba anak kita di suruh pulang lagi dari sekolah, ujarnya.

Terus kalau pekerjaan orang tuanya nggak bener apakah anaknya diikut sertakan juga membantu orang tuanya?. Kalau anak kecil seperti anak saya yang masih duduk di bangku kelas 1 SD bisa bantu apa sama orangtuanya.?

“Heran sekali kog anak di libatkan dalam mengurusi pekerjaan orang tua, tugas anak itu belajar dan menuntut ilmu di sekolah bukan ngurusin pekerjaan orang tua. Tugas kita sebagai orang tua sudah jelas penangungjawab segala keperluan anak agar anak bisa bersekolah.

Kepala SMPN 2 Purwakarta Suherman mengatakan, kebijakan Bupati tersebut agar para siswa dapat membantu meringankan pekerjaan orang tua di rumah dan kebijakan tersebut akan di berlakukan setiap hari selasa pada minggu ke dua.

“Bupati berharap dengan cara seperti ini siswa dapat memahami pekerjaan orang tua dan sekaligus membantu orang tua di rumah dan itu rencananya akan di berlakukan setiap hari Selasa pada Minggu ke dua, “ujar Suherman.

Sedangkan Ketua Kobar Eddy mengatakan, seharusnya para orangtua Murid dan pihak sekolah harus kompak untuk sepakat agar ide bupati itu dicueki saja atau melakukan aksi unjukrasa.

“Sejak jabatan Dedi Mulyadi sebagai Bupati akan berakhir tahun 2018, dia sering mengeluarkan ide ide “Gila”. Hebatnya, walaupun Dedi membuat program baru, tidak ada teguran dari Menteri Pendidikan dan Presdiden Joko Widodo (Jokowi),” ujar Eddy.

Coba semua orangtua murid ramai-ramai datang ke sekolah menentang kebijakan bupati, pasti kebijakan kontroversial itu dicabut, tegasnya. (Rekson)

Pekerjaan otangtua

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY