Copot Kapolrestabes Terlibat Pembubaran Perayaan Natal Bandung

Copot Kapolrestabes Terlibat Pembubaran Perayaan Natal Bandung

2943
0
SHARE

Bandung, (WN) – Walaupun Panitia Nasional Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 menyatakan telah memenuhi seluruh prosedur perizinan di perayaan hari besar natal di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016).

Namun keamanan dari negara tidak ada. Hal itu terlihat dari ulah Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Bandung Komisaris Besar Winarto yang ikut terlibat menghentikan semua kegiatan hari besar umat kristiani tersebut.

Kapolrestabes sendirilah yang mengambil alih situasi dan menghentikan segala kegiatan natal setelah ada permintaan dari ormas intoleransi Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI) yang melakukan protes di depan Sabuga.

Bahkan Kapolrestabes Kota Bandung Kombes Pol Winarto mengatakan, ormas mempertanyakan izin kegiatan perayaan natal. “Jadi yang dipersoalkan itu perizinannya, mengingat Gedung Sabuga bukan tempat ibadah sehingga kita berhentikan,” ujar Winarto.

Atas penghentian kegiatan yang dilakukan Kapolrestabes. Sejumlah toko agama dan mahasiswa terus mendesak Kapolri untuk segera mencopot Winarto sebagai Kapolrestabes dan Kapolda Jawa Barat. Mereka diantaranya Ikatan Alumni Universitas Kristen Indonesia (IKA UKI), Setara Institute, Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Dan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta yang lainnya.

Ketua Setara Institute, Hendardi mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian harus memberhentikan Kapolrestabes Bandung dan mengevaluasi Kapolda Jabar yang juga gagal melindungi warga negara.

“Kepolisian Resort Kota Bandung adalah aktor negara terdepan yang harus bertanggung jawab atas pelanggaran ini. Polisi bukan hanya membiarkan aksi kelompok intoleran tetapi juga aktif dan memprakarsai pembubaran dengan alasan yang tidak masuk akal,” ujar Ketua Setara Institute, Hendardi.

Sedangkan IKA UKI menyatakan sikap meminta Kapolri untuk mencopot dan mengganti Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Bandung oleh karena gagal menegakkan Konstitusi dengan tunduk terhadap pemaksaan kelompok intoleran yang ikut melarang berlangsungnya KKR Natal Bandung 2016, serta mencari dan menempatkan pengganti yang setia terhadap Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Selain itu, PGI sendiri telah mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, surat tersebut ditandatangani Ketua Umum PGI Pendeta Henriette Lebang dan Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom.

Isi suratnya menyebutkan, PGI sangat menyesalkan sikap kepolisian yang seharusnya melindungi hak-hak warga negara melaksanakan perayaan ibadah Natal, malah tunduk pada tuntutan ormas.

Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Wilayah III PP GMKI Theo Cosner Tambunan. Menurutnya pembubaran perayaan Natal terjadi karena adanya pembiaran polisi terhadap ormas, ujar Theo Cosner Tambunan. (Delimar Sitorus/Rekson)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY