Camat Cileunyi Tidak Mengakui Surat Nikah Gereja Zaman Belanda

Camat Cileunyi Tidak Mengakui Surat Nikah Gereja Zaman Belanda

520
0
SHARE

Bandung, (WN) – Yayan Suheryan, Camat Cileunyi, di Kabupaten Bandung melalui Bagian Pemerintahan Kecamatan Siska menolak surat nikah yang dikeluarkan dari zaman penjajahan atau zaman Belanda untuk syarat kepengurusan surat-surat dari masyarakat.

Penolakan itu dilakukan Siska kepada warga yang datang ke kantor Camat Cileunyi. Hal itu dialami inisial FR warga Desa Cibiru Wetan, Cileunyi pada hari ini, Kamis (13/4/2017).

FR datang ke kantor Kecamatan untuk mengurus surat ahli waris. Semua syarat sudah dipenuhi dan dinyatakan lengkap.

Namun berhubung surat nikah orangtua FR dikeluarkan pada zaman belanda melalui gereja pada tahun 1968, semua berkas FR ditolak oleh Siska.

FR merasa sangat dirugikan atas buruknya pelayanan Siska di kantor Kecamatan Cileunyi. “Orangtuanya saya kan lahir pada tahun 1939 dan sudah memiliki surat nikah dari gereja pada tahun 1968, kenapa surat nikah orangtua saya tidak diakui oleh Siska.

Kata FR, alasan Siska menolak Surat Nikah karena tidak ada catatan sipil. “Tahun 1968 kan belum ada kantor catatan kantor sipilnya, karena zaman itu masih zaman penjajahan.

Kita juga tahu jika tidak ada surat nikah dari catatan sipil tidak boleh. Tetapi inikan surat nikah orangtua yang dikeluarkan sebelum ada kantor catatan sipil di berbagai daerah (zaman Belanda).

Seharusnya, karena surat nikahnya sudah tua, pihak kecamatan harusnya memprioritaskan membantu, tetapi itu tidak dilakukan, ujar FR.

Sedangkan Siska mengakui telah menolak surat nikah milik orangtua FR dengan alasan tidak ada catatan sipilnya.

“Walaupun itu surat nikah dari gereja zaman dulu atau zaman penjajahan, kalau tidak ada catatan sipilnya itu tidak boleh. Itu pesan pak camat,” ujar Siskan. (Hermanto)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY