Buruh Berpolitik dan Presiden KSPI Laporkan Polisi ke ILO dan KSBI

Buruh Berpolitik dan Presiden KSPI Laporkan Polisi ke ILO dan KSBI

2059
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengancam akan melaporkan Mabes Polri ke ILO (Internasional Labour Organization) atau Organisasi Buruh Internasional dan Konfederasi Serikat Buruh Internasional (KSBI) atas pelarangan unjukrasa di Istana Kepresidenan.

“Polisi melarang buruh unjukrasa di depan Istana Presiden Republik Indonesia di peringatan May Day hari ini Senin (1/5/2017). Atas pelarangan tersebut, maka kami akan melaporkan kepolisian ke ILO dan Konfederasi Serikat Buruh Internasional,” ujar Presiden KSPI Said Iqbal, Senin (1/5/2017).

Menurut Said, kepolisian dianggap telah melanggar HAM dengan alasan Said karena sesuai UU maka buruh berhak atau  beraksi di depan Istana.

“Ini pelanggaran HAM kepolisian atas aksi buruh, karena tak bisa menyampaikan aspirasi di depan Istana Presiden. Padahal kami sudah memenuhi syarat tentang penyampaian di muka umum,” ujar Said.

DEMI POLITIK BURUH BAKAR KARANGAN BUNGA

Selama ini kaum buruh selalu menjadi komoditas politik. Maka, tak perlu heran, kalau organisasi buruh sekelas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terlihat seksi di mata politisi.

Jelang pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mendeklarasikan dukungan ke salah satu calon.

Dalam euforia kemenangan dukungan Said Iqbal, hari ini buruh membakar karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakil gubernur Djarot Syaiful.

Jika diperhatikan aksi kali ini, tujuan buruh hanyalah untuk membakar karangan bunga. Karena perjuangan buruh sudah bermuara pada aksi demonstrasi, atau menjadikan jalanan sebagai panggung politik?.

Tim sukses Basuki T. Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, Ruhut Sitompul menyebutkan pembakaran karangan bunga Ahok-Djarot didalangi oleh para pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

“Kita tahu ketuanya (Ketua KSPI Said Iqbal,) itu ada di pihak mana, jujur sajalah dengan hati sendiri,” ujar Ruhut.

Kata Ruhut, artinya mereka itu bukan hanya tidak siap kalah, tapi menang pun mereka tidak siap, ujarnya. (Hermanto)

Buruh (2)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY