Bupati Purwakarta Terkesan Membiarkan Pungli Marak di Sekolah

Bupati Purwakarta Terkesan Membiarkan Pungli Marak di Sekolah

651
0
SHARE
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama anak-anak sekolah
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama anak-anak sekolah

Purwakarta, (WN) – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terkesan melakukan pembiaran atas maraknya Pungutan Liar (Pungli) di lingkungan sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten Purwakarta.

Selama ini komite sekolah sudah dijadikan kepanjangan tangan dari kepala sekolah untuk memungli ke wali murid.

Salah satunya terjadi di SMA Negeri 1 Darangdan, Purwakarta. Pihak sekolah melakukan pungli terhadap buku LKS (Lembar Kerja Siswa) sebesar Rp.210.000 persiswa dan sebesar uang sebesar 850.000 untuk pakaian seragam sekolah, batik, sepatu dan seragam olah raga.

“Kami uang sebesar 850.000 untuk membeli pakaian seragam sekolah, batik, sepatu dan seragam olah raga. Selain itu ada juga buku LKS sebanyak 18 mata pelajaran seharga Rp.210.000,” ujar salah seorang orangtua murid yang enggan menyebutkan namanya kepada Harian Warta Nasional, Selasa (6/12/2016).

Katanya, praktek pungli di sekolah ini sudah berlangsung lama dan akan berlangsung terus selama Bupati Dedi Mulyadi melakukan pembiaran. Kuncinya ada di bupati, jika bupati tegas melarang pasti tidak akan ada yang berani pungli. Tapi itu tidak dilakukan.

Sebelumnya ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada pihak sekolah, melalui juru bicaranya Yusep. Yusep membenarkan bahwa pihak sekolah telah meminta sebesar Rp.850 ribu per siswa.

“Seragam sekolah, seragam olah raga dan batik serta sepatu itu pengadaannya melalui Koperasi Sekolah dan kami tidak memaksa” ujar Yusep kepada JP membenarkan.

Informasi Harian Warta Nasional menyebutkan untuk tingkat nasional jenis pungli yang marak dikeluhkan di dunia pendidikan dan sudah disebar tim Sauber Pungli. (Rekson)

Sebanyak 58 jenis pungli meliputi :

  1. Uang pendaftaran masuk
  2. Uang SSP / komite
    3. Uang OSIS
    4. Uang ekstrakulikuler
    5. Uang ujian
    6. Uang daftar ulang
    7. Uang study tour
    8. Uang les
    9. Buku ajar
    10. Uang paguyupan
    11. Uang wisuda
    12. Membawa kue/makanan syukuran
    13. Uang infak
    14. Uang foto copy
    15. Uang perpustakaan
    16. Uang bangunan
    17. Uang LKS dan buku paket
    18. Bantuan Insidental
    19. Uang foto
    20. Uang biaya perpisahan
    21. Sumbangan pergantian kepala sekolah
    22. Uang seragam
    23. Biaya pembuatan pagar/fisik dll
    24. Iuran untuk membeli kenang-kenangan
    25. Uang bimbingan belajar
    26. Uang try out
    27. Iuran pramuka
    28. Asuransi (walau nihil kecelakaan uang tidak dikembalikan
    29. Uang kalender
    30. Uang partisipasi masyarakat untuk mutu pendidikan
    31. Uang koprasi (uang tidak di kembalikan)
    32. Uang PMI
    33. Uang dana kelas
    34. Uang denda ketika siswa tidak mengerjakan PR
    35. Uang UNAS
    36. Uang menulis ijazah
    37. Uang formulir
    38. Uang jasa kebersihan
    39. Uang dana social
    40. Uang jasa menyebrangkan siswa
    41. Uang map ijazah
    42. Uang STTB legalisir
    43. Uang ke UPTD
    44. Uang administrasi
    45. Uang panitia
    46. Uang jasa guru mendaftarkan ke sekolah selanjutnya
    47. Uang listrik
    48. Uang computer
    49. Uang bapopsi
    50. Uang jaringan internet
    51. Uang Materai
    52. Uang kartu pelajar
    53. Uang Tes IQ
    54. Uang tes kesehatan
    55. Uang buku TaTib
    56. Uang MOS
    57. Uang tarikan untuk GTT {Guru Tidak Tetap}
    58. Uang Tahunan (kegunaan gak jelas)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY