Bupati Bandung Dinilai Gagal Membenahi Terminal Soreang

Bupati Bandung Dinilai Gagal Membenahi Terminal Soreang

314
0
SHARE
Bupati Bandung Dadang Mochamad Naser
Bupati Bandung Dadang Mochamad Naser

Bandung,(WN) – Kondisi Terminal Soreang yang makin kumuh dan semrawut bukti ketidakmampuan Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser dalam mengelola sarana dan prasarana di terminal tersebut.

Para penguna jalan sangat menyesalkan kemacetan akibat banyaknya angkutan umum berbagai jurusan memilih ngetem di pinggir jalan ketimbang di terminal. Untuk roda dua juga memilih parkir di trotoar karena parkir di terminal yang tidak nyaman.

Wahyudin (31) seorang pengguna jalan mengatakan hampir setiap hari dia melintasi jalan depan pasar dan Terminal Soreang selalu terkena kemacetan akibat banyaknya angkutan umum berbagai jurusan yang ngetem di pinggir jalan.

“Kesemrawutan Terminal Soreng adalah bukti kegagalan Bupati yang tidak mampu mengelola terminal. Sarana dan prasarana di terminal juga tidak memadai sehingga terlihat sangat kumuh yang membuat para sopir memilih ngitem diluar terminal,” ujar Wahyudi kepada Harian Warta Nasional, Jumat (22/7/2016).

Salah seorang Tim penilai penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jabanor mengatakan, seharusnya Pemkab Bandung melakukan terobosan yang baik, untuk pengelolaan Terminal Kota Soreang. Apalagi, Soreang ini merupakan Ibu Kota Kabupaten Bandung.

“Terminal di Ibu Kota Kabupaten itu harus tertata dengan baik dan rapi. Dalam pengelolaanya bisa saja bekerja sama dengan pihak swasta atau dikelola sendiri khususnya untuk pelayanan kepada masyarakat,”ujarnya, Kamis (21/7/2016).

Kata Jabanor, untuk memupuk kemampuan daerah dan peran serta masyarakat, dalam mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan berkendara maka perlu adanya peningkatan kinerja penyelenggaraan operasional sistem transportasi perkotaan, salah satunya tersedianya prasarana terminal yang memadai.

“Dalam meningkatkan kinerja sistem transportasi perkotaan dibutuhkan prasarana terminal yang memadai agar tercipta sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan dan menjamin ekuitas hak pengguna,“katanya. (Erni/ Delimar)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY