Beras Mahal, Diskoperindag Banyuasin Operasi Pasar

Beras Mahal, Diskoperindag Banyuasin Operasi Pasar

144
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – Ditengah terpuruknya harga komoditas pertanian terutama harga karet yang anjlok, warga masyarakat Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Banyuasin kembali terpukul dan menjerit dengan naiknya harga beras yang mencapai Rp. 11.000,- 13.000,- di pasar tradisional.

Menyikapi kenaikan harga beras tersebut Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Banyuasin melakukan operasi pasar di beberapa titik yang bukan sentra produksi beras yaitu kecamatan Banyuasin III, kecamatan Talang Kelapa dan kecamatan Betung, hal tersebut diungkapkan oleh Hasmi, S.Sos. M.Si selaku Kepala Dinas Koperindag Banyuasin saat di bincangi harian warta nasional di kantornya, “operasi pasar ini kita lakukan dalam rangka menstabilkan harga beras, terutama di 3 kecamatan yang bukan sentra produksi beras”, katanya.

Hasmi menambahkan bahwa kabupaten Banyuasin pernah menjadi sentra produksi beras dan menyuplai kebutuhan beras di 3 provinsi yaitu Jambi, Lampung dan Pekan Baru, “untuk ketersediaan atau stok beras Kabupaten Banyuasin masih cukup dan aman”, tegasnya.

Pantauan Harian Warta Nasional di pasar tradisional Pangkalan Balai sejumlah pedagang tampak membuka kiosnya, salah satu pedagang beras H Nasir (50) mengatakan kenaikan harga beras terjadi pada semua jenis beras, sedangkan omset penjualan masih stabil belum ada peningkatan dan penurunan”, katanya.

Sementara itu pantauan di pasar tradisional Betung harga beras belum mengalami kenaikan signifikan, salah satu pembeli beras Ibu Nelly (32) mengatakan naiknya harga beras ini tentu memberatkan karena harga karet Rp. 3000.- tidak sebanding dengan harga beras yang mencapai Rp. 12.000,-/kg, “kami berharap kepada pemerintah agar harga karet naik, karena 4 kg getah karet dapat 1 kg beras”, ungkapnya. (sup/adi)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY